
DOMPU – Membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi digital bagi 12 guru (peserta) SDN 24 Pekat, pekan lalu, Tim Dosen STKIP Yapis Dompu melakukan Pengabdian kepada Masyarakat – Program Pemberdayaan Kemitraan Kemdikbudristek Tahun 2023.
Kegiatan yang dilakukan Taufik, M.Pd (koordinator tim), Angga Putra, M.Pd, dan M. Nur Imansyah, M.Pd tersebut, memberikan bekal kepada para guru dalam menghadapi tantangan literasi digital di era teknologi informasi yang semakin maju.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala SDN 24 Pekat Mahfudin, S.Pd mengapresiasi upaya kolaboratif antara STKIP Yapis Dompu dan sekolahnya. “Saya berharap kerja sama ini dapat berlanjut dengan kegiatan lain yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di SDN 24 Pekat,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin (31/7/23).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, menurutnya, contoh nyata bahwa dunia pendidikan dapat saling mendukung dan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan era digital.

Sementara itu, Koordinator Tim Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Yapis Dompu Taufik, menekankan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen kampus terkait dalam mendukung para guru dalam menghadapi tantangan literasi digital yang semakin canggih.
“Kami berharap para guru dapat menerapkan pengetahuan yang didapatkan dalam kegiatan ini dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga siswa dapat berkembang menjadi individu yang mampu berinteraksi secara bijak dalam dunia digital,” ujarnya.
Taufik kemudian menyebut tiga kegiatan utama yang dilaksanakan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini. Pertama, Workshop Strategi Penelusuran Informasi dengan Search Engine.
“Para guru SDN 24 Pekat diajak untuk memahami strategi efektif dalam melakukan penelusuran informasi menggunakan mesin pencari atau search engine,” terangnya.
Para tutor memberikan panduan dalam memilih kata kunci yang tepat, memfilter hasil pencarian, serta mengenali sumber informasi yang terpercaya. Para guru diarahkan untuk mengaplikasikan pengetahuan ini dalam pembelajaran dan penelitian.
Kedua, Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Pada sesi ini, tutor memberikan arahan kepada para guru mengenai pembuatan LKPD yang efektif dan berbasis literasi digital.
“LKPD merupakan alat bantu penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan pendekatan literasi digital, diharapkan guru-guru dapat menyusun LKPD yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi,” imbuhnya.
Ketiga, Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas dan Publikasi di Jurnal Terakreditasi.
Menurut Taufik, bagian terakhir ini fokus pada penguatan kompetensi para guru dalam merancang penelitian tindakan kelas yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.
“Selain itu, mereka juga diberi panduan tentang cara menyusun penelitian yang dapat dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Langkah-langkah praktis dari merancang penelitian hingga memahami proses editorial jurnal dibahas secara mendalam,” katanya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kata Taufik, menjadi bukti nyata kolaborasi yang harmonis antara perguruan tinggi dan sekolah. Juga, upaya bersama untuk menciptakan generasi muda yang cerdas dalam menggunakan teknologi informasi secara bijak. (ayi)
