
Festival Haflah Quran dan Istigasah Songsong 1 Muharam 1445 Hijriah
–
KOTA BIMA – Hal luar biasa ditunjukkan Pemkot Bimas ketika menggelar acara Haflah Quran dan Istigasah dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1 Muharam 1445 Hijriah, Selasa (18/7/23) malam.
Menariknya, diakhir acara yang berlangsung di Stadion Manggemaci Kota Bima itu, panitia membagikan undian berhadiah (doorprize) utama lima tiket Umrah dan puluhan hadiah hiburan kepada warganya.
Salah satu dari lima warga yang berhasil meraih tiket Umrah itu adalah Suparjon, warga Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota.
Untuk hadiah hiburannya, berupa berupa 9 kulkas, 1 mesin cuci, 1 unit TV LID ukuran 24 Inc dan voucher belanja sebesar Rp1,5 juga untuk 25 orang pemenang undian.
Acara yang dimulai pukul 20.30 Wita ini, dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, Ketua PBNU Bidang OKK, Anggota DPR RI H. Muhammad Syafrudin, Ketua beserta Anggota DPRD Kota Bima, Kapolres Kota Bima, Dandim 1406/Bima, dan Asisten dan Kabag Setda Kota Bima, serta seluruh Camat dan Lurah se-Kota Bima.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB Zulkieflimansyah berharap, semoga budaya keagamaan di Kota Bima bisa dipertahankan dan semakin dilestarikan.
“Bima sudah terkenal sejak dulu kalau terkait urusan agama, maka ini penting untuk selalu di kembangkan dan dipertahankan. Dan, acara ini adalah satu bukti kalau Kota Bima begitu luar biasa, kehadiran ribuan masyarakat Kota Bima malam ini adalah bukti nyata akan kecintaan pada agama dan tuhannya,” jelasnya.
Dikatakannya, Istigasah yang dihadiri masyarakat merupakan hal yang luar biasa, berkumpul untuk memanjatkan doa. “Semoga hari esok lebih baik dari hari ini,” harapnya.
“Membangkitkan rasa lelah yang sudah lama tertidur di dalam hati, pikiran dan persahabatan adalah hal utama yang perlu kita lakukan untuk menyongsong tahun baru Hijriah ini,” ungkap Bang Zul.
Ia mengingatkan bahwa Orang Bima punya tradisi panjang, melangkah panjang menyisir seluruh wilayah Republik Indonesia. Setiap kali kunjungan ke sejumlah wilayah di Indonesia, Gubernur selalu menyaksikan dan menyapa warga yang berasal dari Bima. Mulai dari yang berprofesi sebagai tukang ojek, anggota legislatif bahkan menjadi Sekretaris Daerah.
“Langit kita sebenarnya tinggi, tapi masih banyak di antara kita yang terbang terlampau rendah. Karena itu, momentum tahun Baru Islam mengingatkan kita bahwa masyarakat Kota dan Kabupaten Bima punya tradisi terbang tinggi,” terangnya.
Gubernur juga menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah mengirim anak-anak muda menempuh pendidikan di luar negeri dalam rangka menyiapkan generasi yang tidak hanya jago kandang. Namun menjadi tokoh di NTB bahkan di Republik Indonesia.
“Kita kirim ribuan anak-anak NTB, agar mereka bisa terbang tinggi,” ungkap Bang Zul.
Selanjutnya, Ketua PBNU menyampaikan kalau sebuah daerah masih konsisten dalam kegiatan keagamaan seperti ini, maka itu adalah pertanda bahwa Allah SWT masih cinta dan rida atasnya.
“Gelaran acara Istighasah malam ini adalah pertanda kalau Kota Bima masih sangat dekat dengan Allah SWT. Ini adalah tanda cinta dan taat kita kepadaNya,” paparnya.
Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi yang menyampaikan sambutan penutup mengimbau seluruh warga Kota Bima yang hadir agar tetap bersatu dan tetap menjaga marwah Kota Bima.
Menurutnya, banyak tokoh Islam dan ahli agama terkenal yang lahir di Bima. Warga Kota Bima harus bangga bahwa Bima sesungguhnya adalah kantung lahirnya para pemuka agama yang terkenal, baik saat ini maupun dulu berdasarkan sejarah.
“Karena itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita selaku putra Bima untuk menjaga dan mempertahankannya,” harapnya.
Diketahui, acara ini diawali dengan tampilan grup-grup salawat dari sejumlah Ponpes di Kota Bima. Selanjutnya, diisi dengan Haflah Alquran oleh 30 qori-qariah Nasional.
Kemudian diakhiri lantunan suara dua qori dan qariah terbaik Internasional, Ustaz Ahmad Khairi Novandra dan Ustazah Hj. Mastiah Lestaluhu . (tim)
