Upacara Penghormatan Terakhir dan Pelepasan Jenazah mantan Wakil Bupati Dompu almarhum Arifuddin di depan rumah duka, Dusun Wodi, Desa Soro, Kecamatan Kempo, Minggu (16/7/23). (tim/lakeynews)

Wakil Bupati jadi Pembina Upacara, Sekda Bacakan Riwayat Hidup

PROSESI pemakaman jenazah Arifuddin, mantan Wakil Bupati (Wabup) Dompu Periode 2016-2021 dilakukan secara militer, Minggu (16/7/23) sore, sebelum Salat Ashar.

Pengamatan Tim Lakeynews, upacara penghormatan terakhir dan pelepasan jenazah almarhum berlangsung di depan Rumah Duka, Jalan Lintas Calabai, Dusun Wodi, Desa Soro, Kecamatan Kempo.

Wabup Dompu H. Syahrul Parsan tampil sebagai pembina upacara, dan Camat Kempo Budi Rahman sebagai pemimpin upacara.

Dalam upacara tersebut, Sekda Gatot Gunawan P. Putra membacakan daftar riwayat hidup singkat almarhum.

Baca berita sebelumnya: Mantan Wabup Dompu Arifuddin Tutup Usia, Besok Dimakamkan di Soro Timur

Sementara jenazah ditandu oleh para kepala desa yang diketahui umumnya dari Kecamatan Kempo dan Manggelewa.

Dari rumah duka, jenazah dibawa ke Masjid Soro Timur. Tepat setelah Salat Ashar, para jamaah menyalatkan jenazah. Kemudian menuju Tempat Pemakaman Umum Desa Soro Timur dan dimakamkan.

Hampir semua pejabat Eselon II, separo pejabat eselon III dan IV, sejumlah camat, Kades, kepala sekolah, hadir di sana. Ada Kepala Bappeda & Litbang Dompu H. Gaziamansyuri, Kadis PUPR yang juga ipar almarhum, Aris Ansary, dan lainnya.

Tampak pula beberapa anggota DPRD Dompu. Pejabat eksekutif, legislatif dan lainnya berbaur dengan keluarga dan berbagai lapisan masyarakat dari berbagai penjuru Dompu. Mereka ikut menyalatkan, mengantarkan dan menguburkan jenazah almarhum.

Menurut Wabup Syahrul Parsan, upacara kebesaran yakni secara militer pemakaman jenazah Arifuddin sebagai penghormatan dan penghargaan Pemkab Dompu atas jasa, dharma bhakti dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya.

Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan sebagai Pembina Upacara Penghormatan Terakhir dan Pelepasan Jenazah almarhum Arifuddin di depan rumah duka. (tim/lakeynews)

Diakuinya, kepergian almarhum sangat mengejutkan dan menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi segenap masyarakat Dompu, khususnya keluarga yang ditinggalkan.

“Namun sebagai umat beragama yang percaya kepada kekuasaan-Nya, kita harus dapat menerima secara ikhlas, karena kepergian almarhum sudah keputusan dan kehendak-Nya,” ujar Wabup saat memberikan amanat.

Selaku pembina upacara, pribadi dan Wakil Bupati Dompu, Wabup menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum, seraya memanjatkan doa.

“Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, bimbingan dan perlindungan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan,” harapnya.

Almarhum merupakan anak bangsa terbaik, selalu memegang teguh prinsip-prinsip perjuangan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan telah bekerja keras dalam mengemban setiap tugas negara yang menjadi tanggung jawabnya.

Semasa hidupnya, almarhum mengemban tugas dengan penuh semangat dan keikhlasan. Menurut Wabup, hal ini patut dicontoh dan dijadikan suri teladan bagi yang masih hidup dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Disadari, almarhum sebagai manusia biasa, selama hidupnya tentu tidak luput dari kekhilafan dan kealpaan. “Untuk itu, saya mengajak kita semua sudilah kiranya melapangkan dada, untuk memaafkan segala kesalahannya,” pintanya.

“Apakah hadirin semuanya setuju? Mau memaafkan semua kesalahan, kekhilafan dan kealpaan almarhum?” tanya Wabup lagi dengan raut wajah sedih.

“Setujuuu,” sambut para hadirin serentak. Mendengar itu, Wabup lalu menyergahnya dengan mengucapkan, “Alhamdulillah.”

Lebih jauh disampaikannya, apabila semasa hidupnya, almarhum mempunyai janji atau utang piutang, bisa disampaikan kepada pihak keluarga agar bisa diselesaikan dan dituntaskan.

“Marilah kita doakan almarhum, semoga kesalahan, kekhilafan dan dosa semasa hidupnya diampuni, dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di surganya Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin,” ajak Wabup mengakhiri amanatnya. (tim)