
DOMPU – Upaya peningkatan Program Pengawasan Partisipatif dalam Menghadapi Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024, terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kali ini, Bawaslu setempat mengadakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, dengan menghadirkan perwakilan pemuda dari delapan kecamatan (empat orang per kecamatan) sebagai peserta.
Kegiatan yang dilaksanakan di Cafe Laberka, Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Senin (12/6/23) itu berlangsung hingga sore.
Sosialisasi dibuka Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P2PS) Bawaslu Dompu Swastari HAZ.

Saat itu, Swastari didampingi Kordiv Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Wahyudin (Cun), dan Kasubag Pengawas Pemilu dan Humas Mahisa Mareati.
Tujuan dari pengawasan oleh Bawaslu termasuk melalui pengawasan partisipatif (berbagai elemen masyarakat) adalah memastikan seluruh prosedur, seluruh tahapan dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pengawasan dengan melibatkan partisipasi masyarakat penting, karena personel Bawaslu maupun hal lainnya terbatas,” kata Aca Tari (sapaan Swastari HAZ), ketika membuka kegiatan itu.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Kabupaten Dompu Wahyudin, menegaskan, Bawaslu tidak merasa diri paling paham atau paling menguasai.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diharapkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda dalam ikut mengawasi pelaksanaan Pemilu,” kata pria yang akrab disapa Cun pada Lakeynews.com, usai acara pembukaan.
Cun juga menegaskan, pengawasan Pemilu bukan sepenuhnya tugas Bawaslu. Tapi, tugas segenap elemen masyarakat. “Tugas utama Bawaslu adalah cegah, awasi dan tindak,” tandasnya.
“Sosialisasi pada elemen pemuda inipun bagian dari upaya pencegahan yang kita lakukan,” sambung Cun.
Dia berharap semua pihak berkolaborasi dengan Bawaslu dalam mengawasi Pemilu. “Kekuatan Bawaslu berkolaborasi dengan elemen dan stakeholder masyarakat,” paparnya. (tim)
