Usai Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Prodi PBSI STKIP YAPIS Dompu dengan Lakeynews.com. Dari kiri; Ilyas Yasin, Penulis, Taufik, dan Dr. Dodo Kurniawan. (ist/lakeynews.com)

Pelatihan Jurnalistik dan MoU Prodi PBSI dengan LakeyNews.Com

Catatan: Sarwon Al Khan, Dompu

Pelatihan Jurnalistik

PROGRAM Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) STKIP YAPIS Dompu, Selasa (6/6/23) lalu menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik. Temanya, “Prospek dan Tantangan Industri Pers di Era Disrupsi”.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Prodi PBSI dengan Media Online LakeyNews.Com tentang Kerja Sama Pelaksanaan Kegiatan di Bidang Jurnalistik.

Hadir sekaligus membuka kegiatan ini, Ketua STKIP YAPIS Dompu Dr. Dodo Kurniawan. Juga Kabag Kemahasiswaan Dr. Aris Munandar, Kabag Humas Ilyas Yasin, Sekretaris Prodi PBSI Taufik, Ketua Prodi Pendidikan Sejarah Sumiyati, Ketua Prodi Bahasa Inggris Nur Wahyuni, dan sejumlah pejabat lain di kampus itu.

Kemudian, tampak pula sejumlah dosen. Antara lain, Idhar, Angga Saputra, Amal Fauqi, Leni Marlina, Arif Bulan, Arif Rahman, dan lainnya.

Pada kegiatan Pelatihan Jurnalistik, panitia menghadirkan dua narasumber. Unsur internal dan eksternal kampus.

Ketua STKIP YAPIS Dompu Dr. Dodo Kurniawan, memberikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Jurnalistik Prodi PBSI serta Penandatanganan MoU antara Prodi PBSI dengan Lakeynews.com. (ist/lakeynews.com)

Dari internal, Ilyas Yasin (Jurnalis, Dosen dan Kabag Humas STKIP YAPIS Dompu) yang menyampaikan materi tentang “Teknik Penulisan Berita”.

Sedangkan dari eksternal kampus adalah Penulis (Saya, Sarwon Al Khan). Didaulat untuk berbagi (menularkan) sepenggal pengetahuan dan pengalaman tentang “Prinsip dan Cara Kerja Wartawan”.

Saya diberikan kesempatan untuk berbicara lebih dulu oleh moderator, Mislihatun (mahasiswa Prodi PBSI). Baru kemudian Ilyas Yasin memaparkan materinya.

Soal teknik dan gaya penyampaian Ilyas Yasin yang notabene pengajar (dosen), jangan ditanya. Apalagi sampai meragukannya.

Pemaparannya runut dan sistematis. Terlebih diselingi joke-joke segarnya mampu membangkitkan suasana, sehingga makin bergairah.

Sementara Saya yang hanya berbekal sedikit keterampilan menulis dan sepenggal pengalaman, mengandalkan kemampuan bicara pas-pasan.

Dosen, Jurnalis dan Kabag Humas STKIP YAPIS Dompu Ilyas Yasin (kiri) dan Penulis, saat menjadi narasumber Pelatihan Jurnalistik Prodi PBSI. (ist/lakeynews.com)

Untungnya, saya masih bisa tenang dan percaya diri saja. Yang terlintas di benak dan pikiran saya cuma satu. Bagaimana dan apa yang Saya bicarakan dapat dipahami. Pesan moralnya sampai.

Dulu, belasan tahun lalu, memang lumayan rutin mendapat undangan untuk mengasah keterampilan berbicara di hadapan masyarakat kampus seperti ini.

Namun, sejak mengundurkan diri dari Lombok Post per 1 November 2010, Saya jarang lagi tampil di hadapan mahasiswa. Seiring dengan waktu Saya yang lebih banyak tersita karena aktivitas di Dompu dan Bima.

Sekadar diketahui, Lombok Post (Jawa Pos Group) adalah salah satu koran harian umum di NTB. Media inilah yang melahirkan, menggembleng dan membesarkan Saya sebagai wartawan.

Selepas 2010, saya hadir di kampus sebagai pembicara (bukan sebagai pewawancara) kadang sekali setahun, bahkan sekali dalam tiga tahun. Terbaru, ketika pembekalan materi Jurnalistik kepada ratusan mahasiswa peserta KKN Universitas Mataram, sekitar tahun 2021.

Saat tampil perdana STKIP YAPIS Dompu, Saya melihat animo mahasiswa mengikuti kegiatan itu begitu tinggi. Ini tampak dari jumlah mereka yang mengambil bagian.

Selain tinggi animonya, peserta Pelatihan Jurnalistik dari Prodi PBSI dan Prodi PSJ STKIP YAPIS Dompu juga antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. (ist/lakeynews.com)

Puluhan peserta aktif ikut kegiatan, meskipun berlangsung hingga petang itu. Informasi dari panitia, selain mahasiswa Prodi PBSI, mereka juga dari Prodi Pendidikan Sejarah (PSJ).

Mereka sangat antusias, semangat dan serius mendengarkan paparan dari narasumber.

Para peserta juga teliti, cermat dan kritis. Keingintahuannya tentang berbagai sisi dunia Pers (media massa, jurnalis/wartawan) begitu besar.

Pertanyaan-pertanyaannya tajam dan mendalam mereka ajukan pada sesi tanya jawab.

Sayangnya, karena waktu terbatas, hasrat bertanya sebagian peserta terpaksa ditunda. Diharapkan penasaran mereka dapat tersalurkan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Penandatanganan Nota Kerja Sama antara Prodi PBSI STKIP YAPIS Dompu dengan Lakeynews.com. (ist/lakeynews.com)

Penandatanganan Nota Kesepakatan

Sebagaimana sempat disinggung di atas, sore itu juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Prodi PBSI dengan Media Online LakeyNews.Com tentang Kerja Sama Pelaksanaan Kegiatan di Bidang Jurnalistik.

Prodi PBSI diwakili Sekretaris Prodi Taufik. Sementara Lakeynews.com diwakili oleh Saya.

Penandatanganan MoU ini disaksikan Ketua STKIP YAPIS Dr. Dodo Kurniawan, Kabag Humas Ilyas Yasin dan sejumlah civitas akademika setempat hadir saat itu.

Sama seperti ketika penyajian materi Jurnalistik. Pada penandatanganan MoU inipun, Saya ditunjuk untuk mengawalinya. Baru Sekretaris Prodi PBSI Taufik.

Proses penandatanganan MoU berlangsung singkat. Hanya beberapa menit.

Penyerahan cinderamata mata Ketua HMPS PBSI Haerul Anwar kepada Narasumber Ilyas Yasin. (ist/lakeynews.com)

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari pihak kampus kepada dua narasumber dan sertifikat kepada peserta Pelatihan Jurnalistik.

Sekretaris Prodi PBSI Taufik menyerahkan kepada Saya. Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBSI Haerul Anwar menyerahkan kepada pemateri Ilyas Yasin.

Apa saja yang dikerjasamakan Prodi PBSI dengan Lakeynews.com tersebut?

Antara lain, terkait kegiatan-kegiatan pengajaran (pelatihan Jurnalistik), penelitian dan pengabdian masyarakat, serta publikasi kegiatan.

“Intinya menyangkut kegiatan-kegiatan Pelatihan Jurnalistik, Magang dan Pemberian Kuliah Umum,” jelas Taufik, Sekretaris Prodi PBSI yang juga pengampu mata kuliah Jurnalistik.

Sedangkan tujuan MoU, kata Taufik, untuk meningkatkan dan mendukung akselerasi ilmu pengetahuan jurnalistik, meningkatkan dan mendukung kegiatan jurnalistik mahasiswa Prodi PBSI di lembaga (perusahaan) Pers LakeyNews.Com.

Ketua STKIP YAPIS Dompu Dr. Dodo Kurniawan. (ist/lakeynews.com)

Dr. Dodo Kurniawan: Jangan Khawatir, Jurnalistik tetap Dibutuhkan

Ketua STKIP Yapis Dr. Dodo Kurniawan, ketika membuka Pelatihan Jurnalistik dan menyaksikan penandatanganan MoU menyampaikan beberapa hal.

Mengawali sambutannya, pria yang lebih akrab disapa Doktor Dodo ini menginformasikan, bahwa di kampus STKIP YAPIS ada sebuah media online, Pusakapublik.com.

Meski secara institusi tidak di bawah naungan langsung YAPIS Dompu, media online ini terus dijaga, dirawat dan masih eksis. Media ini bisa dipakai oleh para peserta Pelatihan Jurnalistik untuk mempublikasikan karya-karyanya kedepan.

Publikasi juga diharapkan di media online Lakeynews.com yang menjadi media mitra baru Prodi PBSI.

“Karena kita akui, Lakeynews.com sudah bonafide dari sisi pemberitaan maupun popularitasnya. Khususnya di Dompu dan umumnya di NTB,” kata Doktor Dodo disambut tepuk tangan peserta dan hadirin.

Kepada para peserta Pelatihan Jurnalistik diminta agar memanfaatkan kesempatan ini untuk serius menimba lebih banyak pengetahuan dan pengalaman para narasumber, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya.

Kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan pula terus dilakukan kedepan. Pada mata kuliah terkait, dengan menghadirkan praktisi-praktisi.

“Ini penting untuk mendekatkan antara teori dengan implementasi (praktik)-nya. Sehingga kita, secara teori paham dan OK, secara implementasinya mampu, bisa dan OK juga,” tuturnya.

Dengan demikian, akan berdampak pada terserapnya alumni-alumni STKIP YAPIS Dompu di dunia kerja.

Saat ini, misalnya. Mahasiswa dilatih tentang jurnalistik/kewartawanan dan kemediaan. Ini dianggapnya sebagai terobosan yang luar biasa dilakukan Prodi PBSI.

Saat seremoni pembukaan Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan Prodi PBSI. (ist/lakeynews.com)

Pada sisi lain Doktor Dodo menekankan, bahwa pegiat profesi wartawan tetap dibutuhkan. Meski sekarang sudah banyak media sosial yang menjadi wadah publik mendapat informasi, namun informasi tersebut umumnya belum standar.

Untuk informasi yang standar itu, menurut Doktor Dodo, setelah didapatkan, dikelola dulu, diolah, baru dipublikasikan dan disebarkan.

Dalam proses penyusunan informasi menjadi berita, minimal tiga hal yang harus dipenuhi; Konfirmasi, Klarifikasi dan Validasi.

Di media sosial, kata Doktor Dodo, tidak ada hal tersebut. Itu hanya ada di media Pers dan dilakukan oleh jurnalis/wartawan. Apa yang diketahui, itulah yang langsung diunggah oleh netizen, tanpa konfirmasi, klarifikasi dan validasi terlebih dulu.

“Eksistensi Jurnalistik sampai kapanpun tetap dibutuhkan. Jangan khawatir. Ilmu pengetahuan tentang Jurnalistik ini tidak akan sia-sia. Tetap bermanfaat bagi mahasiswa sekalian,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Doktor Dodo mengharapkan, peserta yang dinilai memiliki potensi agar direkrut untuk membantu peliputan di Lakeynews.com maupun Pusakapublik.com.

Mewakili Lakeynews.com, Saya katakan, terima kasih atas kepercayaan Prodi PBSI STKIP YAPIS Dompu yang memilih kami sebagai mitra sebagaimana tertuang dalam nota kesepakatan.

Kami berkomitmen untuk mewujudkan poin-poin dari kerja sama tersebut.

Sedangkan terkait beberapa harapan logis Dr. Dodo Kurniawan yang diarahkan ke Lakeynews.com, juga menjadi atensi untuk serius ditunaikan.

Sekretaris Prodi PBSI STKIP YAPIS Dompu yang juga Dosen Pengampu Mata Kuliah Jurnalistik Taufik. (ist/lakeynews.com)

Peningkatan SDM terkait Transformasi Digital

Sementara itu, Sekretaris Prodi PBSI yang juga Dosen Pengampu Mata Kuliah Jurnalistik Taufik berharap, melalui Pelatihan Jurnalistik ada peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkait transformasi digital di kalangan mahasiswanya.

Dengan pelatihan bertema “Prospek dan Tantangan Industri Pers di Era Disrupsi”, pun Taufik berharap, akan menambah wawasan bagi peserta khususnya maupun warga Prodi PBSI dan STKIP YAPIS Dompu umumnya.

Sehubungan dengan promosi kampus, Prodi PBSI menyadari sejauh ini masih sarat kekurangan. Sehingga, untuk memenuhi berbagai kekurangan itu, salah satunya dilakukan Pelatihan Jurnalistik.

Diinformasikan juga, bahwa dalam waktu dua pekan kedepan, akan ada kegiatan Pentas Drama, Musikalisasi Puisi dan Patu Cambe.

Pada akhir laporannya, Taufik mengucapkan terima kasih kepada HMPS PBSI yang telah berupaya maksimal, sehingga Pelatihan Jurnalistik terselenggara, berikut beberapa agenda lain yang akan dilaksanakan. (*)