Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra ketika memberikan sambutan dan membuka Bimtek Aplikasi SRIKANDI 2023 di Gedung PKK setempat, Senin (29/5/23). (ist/lakeynews.com)

Sekda Gatot Beberkan Sederet Keunggulannya

DOMPU – Tahun 2023 ini, Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dipastikan masuk di Pemkab Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menyambut kehadiran teknologi informasi kearsipan itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Dompu langsung melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi puluhan Admin aplikasi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Bimtek Aplikasi SRIKANDI 2023 yang dijadwalkan berlangsung 29-30 Mei itu dibuka Sekda Gatot Gunawan P. Putra mewakili Bupati H. Kader Jaelani, di Gedung PKK Dompu, Senin (29/5/23). Menghadirkan pemateri Bimtek, Hirkan.

Hadir pada acara tersebut, Kepala DPKD Wahidin beserta sejumlah pejabat dan stafnya, termasuk Kabid Kearsipan yang juga Sekretaris Panitia Bimtek Sumiyati.

Hadir pula sejumlah pejabat/pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional di lingkup Pemkab Dompu.

Ketika menyampaikan sambutan, Sekda Gatot berharap, Bimtek itu dapat memberikan pengetahuan dan motivasi besar bagi aparatur Pemkab Dompu. Terutama dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan kearsipan berbasis digital, sebagai wujud akuntabilitas dan memori kolektif bangsa dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Menurut Sekda, diera digital ini, seharusnya semua sistem kearsipan sudah terdigitalisasi. Sistem manual harus ditinggalkan.

“Dengan digital atau sistem elektronik dapat membantu tugas kita dalam mempercepat proses, mempermudah kerja, dan meningkatkan kinerja dalam pelayanan,” ujar Sekda.

Kabid Kearsipan DPKD Dompu yang juga Sekretaris Panitia Bimtek Aplikasi SRIKANDI 2023, Sumiyati (menyamping kamera) bersama para peserta saat pembukaan kegiatan di Gedung PKK. (ist/lakeynews.com)

Dikatakan Sekda, berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis, sebenarnya semua proses surat menyurat itu sah dan dibenarkan jika diproses secara digital.

“Sayangnya, saat ini, tidak kita maksimalkan. Sehingga banyak dokumen yang seharusnya segera selesai dalam hitungan menit justeru prosesnya menjadi lama,” tegasnya.

Karena itu, melalui Perpres Nomor 95/2018 dan Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 679/2020, penyelenggaraan pemerintahan di daerah dituntut untuk terus berinovasi. Juga mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih, melalui pemanfaatan dan pengimplementasian Aplikasi SRIKANDI.

Dijelaskan, aplikasi tersebut dibentuk berdasarkan kolaborasi Arsip Nasional, Kemen-PAN dan RB, Kemen Kominfo dan Badan Siber Sandi Negara RI.

Apabila seluruh perangkat daerah di Pemkab Dompu dapat mengimplementasikan Aplikasi SRIKANDI, Sekda yakin paling tidak, membantu menjaga keseimbangan alam. Yakni mengurangi penebangan pohon yang menjadi bahan baku pembuatan kertas.

Selain itu, penggunaan aplikasi ini bisa menghemat anggaran belanja yang ada di tiap OPD. Terutama dalam pengadaan kertas untuk alat tulis kantor.

Penggunaan aplikasi SRIKANDI juga membuat alur pengelolaan arsip dinamis di seluruh perangkat daerah lebih terstruktur secara benar, jelas dan tepat. “Dampaknya, arsip menjadi lebih mudah ditemukan kembali dan terlindungi keamanannya pada saat diakses oleh pengguna yang berhak,” urai Sekda.

Bukan itu saja, Aplikasi SRIKANDI memiliki fitur-fitur yang memudahkan seluruh pengguna berkorespondensi secara kedinasan dengan cepat dan efisien, karena aplikasi ini bersifat government to government (pemerintah ke pemerintah).

Juga, menggunakan format atau template naskah dinas berdasarkan tata naskah yang berlaku tanpa mengurangi konteks keutuhan isi naskah dinas. Sehingga, tercipta keseragaman dalam tata administrasi persuratan di lingkungan Pemkab Dompu kedepan.

“Harapan kami kepada para peserta Bimtek agar mengikuti kegiatan ini dengan baik dan serius, sehingga kedepannya e-Arsip ini dapat diterapkan di seluruh perangkat daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuh Sekda.

Puluhan peserta Bimtek Aplikasi SRIKANDI 2023 antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK. (ist/lakeynews.com)

Sebelumnya, Kepala DPKD Kabupaten Dompu Wahidin dalam laporannya menjelaskan, Bimtek yang dilakukan pihaknya diikuti 50 peserta. Mereka merupakan Admin Aplikasi SRIKANDI dari tiap OPD yang ditunjuk dengan Surat Keputusan Bupati Dompu Tahun 2023.

Sedangkan narasumbernya, sebut Wahidin, arsiparis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB.

“Sumber dana kegiatan Bimtek berasal dari APBD Kabupaten Dompu Tahun Anggaran 2023,” ungkap mantan Kadis Perikanan dan Kelautan ini.

Kegiatan Bimtek ini, menurut dia, wujud kepedulian Pemkab Dompu dalam pengembangan sumber daya manusia untuk mewujudkan penyelenggaraan kearsipan berbasis digital.

“Bimtek ini tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan percepatan implementasi Aplikasi SRIKANDI,” jelasnya.

Ditegaskan, pemanfataan teknologi dalam pengelolaan arsip merupakan keharusan diera digitalisasi. Hal ini untuk menunjang terwujudnya program reformasi birokrasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, terpercaya, akuntabel dan transparan.

Bimtek tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada setiap OPD melalui Admin masing-masing terkait mengenai pemanfaatan Aplikasi SRIKANDI. Terutama dalam mewujudkan pelayanan administrasi pemerintah di Bidang Kearsipan Dinamis yang berkualitas dan terpercaya.

“Kita ingin mewujudkan keseragaman dan keterpaduan pengelolaan kearsipan dinamis berbasis elektronik serta tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel,” sambung Wahidin. (tim)