
ANGGOTA DPRD NTB Periode 2019-2024 Adhar “Pangeran” dipastikan kembali maju dan berjuang di Daerah Pemilihan IV (Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima).
Pada Pemilu 2024, Adhar akan melaju melalui kendaraan politik bernomor urut 2, Partai Gerindra. Ancang-ancangnya, Adhar calon dengan nomor urut 7 untuk Periode 2024-2029.
“Insya Allah, tekad sudah bulat. Kami maju di Dapil VI dengan Partai Gerindra, dan sudah mendaftar ke KPU,” kata Adhar pada Lakeynews.com, Jumat (19/5/23).
Sebelumnya, pada Pemilu 2019, pria yang berlatar belakang wartawan ini bertarung di Dapil VI memperebutkan kursi parlemen Udayana dengan Partai Berkarya.
Saat itu Adhar tidak langsung beruntung. Yang terpilih dan dilantik sebagai wakil rakyat Bumi Gora utusan Berkarya adalah A. Kahar M. Rifai.
Kahar tidak menjabat sampai akhir periode. Beberapa waktu lalu, meninggal dunia. Almarhum kemudian digantikan oleh Adhar.
Setelah melalui proses panjang, Rabu, 14 September 2022, Adhar diambil sumpah/janjinya sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Prosesinya berlangsung dalam rapat paripurna dewan setempat.
Bersamaan dengan itu, dilakukan juga Pengucapan Sumpah/Janji PAW dua anggota dewan lainnya. Yakni Roi Lasmana (PKB) dan Sukrin (PAN).
Roi Lasmana menggantikan H. Makmun yang meninggal dunia. Sedangkan Sukrin menggantikan Ady Mahyudi yang mengundurkan diri karena calon Wakil Bupati Bima pada 2020.
Laki-laki yang tangisan pertamanya meletus pada 49 tahun silam ini, memilih Gerindra sebagai kendaraan politiknya pada Pemilu tahun depan bukan tanpa alasan mendasar.

Salah satu yang pokok, Partai Berkarya dipastikan tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2024. Sementara di sisi lain, Adhar masih berhasrat berkiprah di dunia politik dan Nyaleg.
Karena itu, mau tidak mau, Adhar harus bergabung pada salah satu dari 23 partai (ditambah lima parpol lokal Aceh) peserta Pemilu 2024. Untuk, alasan inilah, pilihan hatinya jatuh pada Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto.
Memilih Gerindra pun tidak serta merta dilakukan begitu saya. Sebagai warga Indonesia yang menganut Agama Islam, Adhar meminta petunjuk dari Sang Pencipta melalui Salat Istikharah.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan petunjuk petunjuk untuk memilih Partai Gerindra,” jelas mantan Ketua IJTI di Bima-Dompu itu.
Disamping itu, Adhar mengaku dirinya pengagum berat dan pecinta Prabowo Subianto, pendiri dan pembina Gerindra.
“Dari dulu, saya pengagum dan pendukung Pak Prabowo. Di hati saya, selalu dekat dengan beliau,” tandasnya sembari menyinggung Ketua Gerindra Dompu Bambang yang akan maju sebagai bakal calon Bupati pada kontestasi Pilkada Dompu 2024.
Disinggung peluangnya untuk meraih kursi DPRD NTB dalam pesta demokrasi tahun depan, Adhar tidak ingin mengakukan diri. Alasannya, perjuangan ini adalah perjuangan kolektif, perjuangan tim secara bersama-sama.
Sehubungan dengan pekerjaan dan perjuangan kolektif tersebut, Adhar optimis Gerindra akan mampu mendulang dua kursi untuk DPRD NTB.

“Kami rata-rata pejuang keras dan serius. Karena itulah saya yakin, Insya Allah Gerindra akan mampu meraih dua kursi DPRD NTB di Dapil VI,” papar Adhar seraya memohon doa dan Dukungan masyarakat/pemilih di Dompu dan Bima.
Diakui Adhar, menjabat belum genap setahun. Jabatannya akan berakhir sekitar Oktober 2024. Artinya, hingga akhir masa jabatan, dia mengabdi hanya dua tahun satu bulan.
Adhar menyadari, tidak akan banyak yang dapat diperbuatnya dalam masa jabatan yang begitu singkat. Walaupun sudah ada beberapa bentuk perhatian program yang dicurahkannya pada rakyat di Dapil VI dalam setahun terakhir.
Mantan wartawan MNCTV grup itu merasa, bahwa apa yang telah diperbuatnya itu belum seberapa. Baru secuil, dibandingkan dengan harapan (impian) perjuangannya.
Didorong oleh semangat tersebutlah, dia bertekad dan gigih berjuang membawa Gerindra agar mampu mendulang suara terbesar. “Dengan demikian, kami akan meraih dua kursi DPRD NTB di Dapil Dompu-Bima,” tutur Adhar penuh optimis. (ovi)
