PANITIA Seleksi Nasional (Panselnas) telah mengumumkan hasil seleksi akhir Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru Tahun 2022 pada Jumat (14/4) lalu. Setidaknya, 250.432 guru dinyatakan lulus seleksi PPPK pascasanggah (setelah masa sanggahan).

Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim. (ist/lakeynews.com)

Panselnas tersebut terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengucapkan selamat kepada 250.432 guru yang lulus seleksi pascasanggah tersebut.

“Dari hati yang terdalam, saya sangat bangga terhadap guru-guru honorer yang tak pernah patah semangat. Saya turut berbahagia untuk 250.432 guru yang diumumkan lulus pascasanggah,” ucap Mas Menteri (sapaan Nadiem Anwar Makarim) di Jakarta.

Nadiem berharap, dengan diterimanya menjadi ASN PPPK, semangat para guru tersebut bertambah untuk pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia.

Dan, dengan lulusnya 250.432 guru dalam seleksi PPPK tahun 2022 itu, maka total guru yang telah lulus seleksi ASN PPPK tahun 2021 dan 2022 sebanyak ada 544.292 orang.

Diketahui, seleksi Guru ASN PPPK menjadi salah satu program prioritas Menteri Nadiem dalam menuntaskan permasalahan guru honorer.

Terobosan ini meliputi jaminan kesejahteraan ekonomi bagi guru, memberikan kesempatan bagi guru mengikuti program-program peningkatan kompetensi dan sertifikasi, serta memberikan solusi kebutuhan guru di daerah.

Tahapan Selanjutnya

Setelah pengumuman tersebut, selanjutnya ada tahapan dilakukan para guru yang dinyatakan lulus seleksi ASN PPPK 2022 ini. Di antaranya, pengisian Daftar Riwayat Hidup Nomor Induk PPPK (DRH NI PPPK) mulai tanggal 15 April sampai 4 Mei 2023. Kemudian, pengusulan penerapan nomor induk PPPK, mulai tanggal 28 April hingga 22 Mei 2023.

Dirjen GTK Kemendikbudristek Nunuk Suryani, juga turut mengucapkan selamat dan merasa bahagia. “Saya turut berbahagia atas upaya kita bersama, terutama para guru honorer, telah membuahkan hasil yang manis,” tuturnya.

Bagi peserta yang belum mendapat penempatan pada proses seleksi kali ini, Nunuk mengatakan, dapat mengikuti proses seleksi Guru ASN PPPK tahun 2023.

Nunuk menegaskan, komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan guru tidak pernah surut. “Ini demi pendidikan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. (tim)