
OKNUM-OKNUM tidak bertanggung jawab masih saja berulah. Kali ini mereka menyebarkan isu terhadap aktivitas PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS), sehingga meresahkan warga.
PT. SMS diisukan akan melakukan penggusuran terhadap lahan yang masuk kawasan Hak Guna Usaha (HGU) di Desa Soritatanga dan Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB, yang sebagiannya telah diokupasi sejumlah warga untuk pertanian.
Sementara pihak PT. SMS yang merupakan perusahaan tebu itu mengaku tidak pernah berkeinginan melakukan hal seperti yang diisukan tersebut.
(Okupasi adalah pendudukan, penggunaan atau penempatan lahan kosong. Okupasi lahan adalah kegiatan dimana tanah dengan luas tertentu digunakan atau kemudian ditinggali dalam waktu lama tanpa memiliki izin dari pemilik tanah yang sah, red).
Terhadap isu-isu yang meresahkan tersebut, pihak PT. SMS tidak mengeluarkan statemen atau pernyataan untuk mengklarifikasinya. Perusahaan justru memilih langsung turun ke masyarakat. Melakukan sosialisasi tentang apa sesungguhnya yang benar dan direncanakan. Yakni Pengukuran HGU PT. SMS oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Kegiatan yang dilabeli Rapat Sosialisasi Pengukuran HGU PT. SMS tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Pekat, Kamis (26/5) lalu.
Baca juga: Pemerintah Upayakan Pengganti Lahan HGU PT SMS yang Digarap Warga
Rapat dipimpin Camat Nuraini, S.Pd. Didampingi Sekretaris/Notulen, Dermawansyah, S.Sos. Sedangkan narasumbernya dari pihak PT. SMS; Izmirta Rachman (Direktur Operasional) dan Ir. Sukur HK (GM Plantasen).
Hadir saat itu, Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md. Par dan salah seorang anggota dewan, Ahmadin. Kebetulan keduaanya merupakan wakil rakyat utusan Dapil Pekat-Kempo.
Hadir juga Kades Soritatanga dan Doropeti, Kapolsek dan Danramil Pekat, serta perwakilan tokoh masyarakat (warga) Desa Soritatanga dan Doropeti.
Momen rapat dan sosialisasi tersebut berhasil menelurkan dua butir kesepakatan tokoh masyarakat dua desa (Soritatanga dan Doropeti);
- Menyetujui pihak PT. SMS melakukan pengukuran lahan HGU PT. SMS.
- PT. SMS tidak melakukan penggusuran terhadap masyarakat yang telah menguasai HGU PT. SMS.
Setelah PT. SMS menyosialisasikan rencana yang akan dilakukannya, warga (melalui perwakilan tokoh-tokoh) yang belakangan risau dan resah, akhirnya memahami. Berikut terkait rencana kegiatan pengukuran.
“Jadi, isu-isu mengenai penggusuran yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, otomatis terbantahkan,” kata Manager Media and External Relations PT. SMS Muhammad Haryanto pada Lakeynews.com, sesaat setelah sosialisasi berlangsung.
Pria berlatar belakang wartawan yang akrab disapa Muhary itu, menegaskan, PT. SMS sama sekali tidak punya maksud untuk menggusur warga. “Justru kami ingin mengajak semua warga bermitra agar ikut menanam tebu,” tandasnya.
PT. SMS sangat berharap, bahwa di wilayah Pekat, semua tertanami tebu. “Impiannya seperti itu,” ujarnya.
Terkait hal itu, Muhary juga berharap, dukungan semua pihak agar PT. SMS bisa menghasilkan jumlah produksi tebu yang lebih besar.
“Target kami 5.000 ton per hari. Semoga terwujud. Sehingga, kita tidak lagi bergantung pada raw sugar dari luar,” tutur Muhary diakhir penjelasannya. (sarwon al khan)
