
MATARAM, Lakeynews.com – Beberapa waktu lalu, pemberitaan tentang ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi dari berbagai komponen di NTB begitu ramai. Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai, hal itu bentuk politik etis untuk saling “memanusiakan”.
Alam bawah rakyat di NTB tak bisa memungkiri bahwa Presiden Jokowi telah mencurahkan segenap pikiran dan kebijakannya untuk membangun NTB dari segala sektor, termasuk KEK Mandalika dan berbagai sarana prasarana.
“Presiden Jokowi menunjukkan perhatian dan empatinya dengan membangun NTB tiada henti dengan beragam proyek infrastruktur dan bantuan kemanusiaan lainnya,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH dalam pernyataan tertulisnya pada Lakeynews.com.
Pria akrab disapa didu mengatakan, gerakan moral khas warga NTB itu harus pula dimaknai tercerahkannya kotak pandora pikiran dan nurani rakyat NTB dalam memberikan reward kepada pemimpin yang telah membesarkan kawasan Bumi Gora.
Menurut Didu, Jokowi sadar bahwa Rakyat NTB dalam dua kali Pilpres mayoritas tidak memilihnya. Untuk itu, ia ingin memberikan teladan dan perhatian lebih buat NTB agar warga daerah ini memiliki keyakinan dan membalikan persepsi minor tentang kapasitas kepemimpinannya.
Strategi Jokowi yang memberikan perhatian ekstra kepada NTB, lanjutnya, bukan tanpa sebab. Dari sisi ekonomi politik, Jokowi ingin memastikan di bawah kepemimpinannya terjadi percepatan dan pemerataan pembangunan di semua wilayah NKRI tanpa pandang bulu.
Legitimasi Geo-Politik Kawasan
Dalam konteks geo-politik, Jokowi sadar bahwa NTB sebagai satu kawasan (region), memiliki entitas yang khas dan berbeda dengan kawasan lain. “Dari sisi kuantitas elektoral NTB kecil, tapi memiliki makna politik yang besar dalam hal persepsi dan legitimasi politik,” papar Didu.
Karena itu, menurut dia, tidak heran jika Presiden Jokowi ingin memberikan teladan yang baik dan atensi besar kepada NTB dengan cara memberikan program pembangunan skala prioritas agar jelas manfaatnya untuk rakyat.
Didu menekankan, ujian dan komitmen kepemimpinan Jokowi selanjutnya justeru terletak kepada estafet pemimpin berikutnya untuk menjaga kesinambungan tonggak pembangunan yang telah dilakukan selama ini ditengah persaingan global yang maha dahsyat. (tim)
