

DOMPU, Lakeynews.com – Maraknya tindakan yang mengganggu Kamtibmas di kabupaten Dompu, tidak hanya meresahkan warga. Lembaga pendidikan, sekolah-sekolah juga dibuat gelisah dan risau dengan perilaku yang disebut-sebut kerap melibatkan remaja itu.
Kenakalan remaja tersebut dinilai menjurus ke tindakan kriminal. Seperti beberapa peristiwa pemanahan sejak beberapa minggu terakhir, perkelahian hingga kasus Narkoba. Kasus-kasus itu membuat warga umumnya kuatir keluar rumah, terutama pada malam hari.
Salah satu lembaga pendidikan yang risau dan langsung menyikapi persoalan tersebut, SMPN 6 Woja. Sekolah yang dikepalai Kairul Amar, S.Pd, melakukan razia semua barang bawaan peserta didiknya.
Sasarannya, senjata tajam (sajam), handphone serta sejumlah barang yang dianggap berbahaya dan tidak patut lainnya, seperti make up.

Menurut Kairul Amar, razia itu telah dimulai sejak Senin (7/2) sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai. “Kegiatan ini akan kita lakukan rutin setiap hari. Setelah razia, KBM dilakukan seperti biasa,” kata Amar pada Lakeynews.com, Selasa (8/2) siang.
Siapa saja yang melakukan razia?
“Unsur kesiswaan, Humas, guru dan guru BK,” jawab Amar.
Unsur-unsur tersebut diperintahkan untuk memeriksa semua barang bawaan siswa yang mencurigakan, terutama senjata tajam. “HP dan make up juga dirazia, karena barang itu tidak batut dibawa ke sekolah,” sambung Amar.
Bagaimana hasil razia dalam dua hari awal (7-8/2)?
“Alhamdulillah tidak ditemukan benda-benda seperti senjata tajam dan lainnya. Saat ini, di SMPN 6 Woja bersih dari senjata tajam dan barang berbahaya lainnya,” papar Amar.
Amar mengimbau para peserta didiknya agar tidak ikut-ikutan melakukan hal-hal yang merugikan dan berdampak (berakibat) fatal, baik bagi diri sendiri, keluarga maupun orang lain.
“Lebih baik banyak belajar, istirahat, membantu orang tua dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif lainnya,” sarannya. (tim)

Keren smpn 6 woja.
Seyogyanya sekolah sekolah lain juga melakukan hal yg sama. Cepat tanggap dan respek terhadap situasi yang terjadi dikalangan remaja