Dandim 1614/Dompu Letkol Kav. Taufiq, S.Sos, ketika memberikan sambutan. (ist/lakeynews.com)

Ketua FUI: Kolaborasi TNI dan Ponpes Pertahankan Kemerdekaan

DOMPU, Lakeynews.com – TNI membutuhkan alumni pondok pesantren (Ponpes) untuk menjadi anggotanya. “Institusi TNI mengharapkan ada lulusan (santri/santriwati) Ponpes yang mau mendaftar menjadi prajurit,” kata Dandim 1614/Dompu Letkol Kav. Taufiq, S.Sos.

Hal tersebut disampaikan Taufiq saat memberikan sambutan pada acara Wisuda 36 Hafiz dan Hafizah Ponpes Utsman Bin Affan (UBA) di Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, Minggu (6/2) pagi.

Sebelumnya, Taufiq berpesan agar para santri/santriwati itu menjadikan prestasi ini sebagai modal awal, baik untuk dunia maupun akhirat.

“Apabila ada santri dan santriwati, setelah lulus nanti, ingin melanjutkan provesi menjadi anggota TNI, silakan mendaftarkan diri,” imbuhnya.

Baca juga: 36 Penghafal Quran Ponpes UBA Diwisuda

Taufiq merasa bangga dan mengapresiasi anak-anak tersebut yang sudah berhasil menghafal 30 juz Alquran. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” pujinya.

Kolaborasi TNI-Ponpes

Sementara itu, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Dompu H. Muhammad Amin, M.Pd, mengingatkan bahwa Ponpes merupakan lembaga yang memiliki akar sangat kuat di negeri ini. “Ponpes bahkan lebih awal dari pada berdirinya Negara Republik Indonesia, sejak zaman kerajaan,” tegasnya.

Dikemukakan Aji Amin (sapaan H. Muhammad Amin), Ponpes yang pertama berdiri, Ponpes Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Lembaga Ponpes ini didirikan KH. Hasyim Asy’ari sekitar tahun 1890-an.

“Peranan pondok pesantren itu dalam rangka perjuangan, sejak zaman para imam. Salah seorang diantaranya, Imam Bonjol,” tutur Aji Amin bercerita.

Para ulama turut berjuang, angkat senjata memerangi penjajah. Sehingga KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan revolusi jihad pada tahun 1948. Dimana saat itu Belanda ingin kembali ke Indonesia.

“Berkat kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia dengan pesantren, Alhamdulillah kemerdekaan bangsa Indonesia berhasil dipertahankan. Artinya, peran pesantren secara historis tidak bisa kita lupakan,” katanya mengingatkan. (tim)