
Kadis Dikpora Dompu sudah Dengar, Minta Kasek tak Risau
–
ISU mutasi kepala sekolah (Kasek), baik SD maupun SMP di Kabupaten Dompu, belakangan ini berhembus kencang. Apalagi hasil seleksi calon kepala (Cakep) sekolah yang diketuai Sekda Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.Kes telah diserahkan kepada Bupati Kader Jaelani.
Kondisi ini disinyalir dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk melakukan hal-hal tak terpuji. Ada yang menyebut mereka calo. Calo Kasek.
Informasi yang dihimpun Tim Lakeynews.com di lapangan, beberapa di antara oknum itu mengklaim dekat dengan pejabat tertentu. Kadang “menjual” nama pejabat di pusat kekuasaan.
Mengaku pernah berjasa dalam memenangkan pasangan AKJ-Syah pada Pilkada Desember 2019. “Mereka jalan, kadang dengan mengaku-ngaku pejuang AKJ-Syah,” kata salah seorang Kasek di Kecamatan Dompu.
Oknum-oknum tersebut berseliweran. Menyasar sejumlah kecamatan. Seperti Dompu, Woja, Kilo, Hu’u dan Pekat. Mereka diduga menekan, mengancam, mengintimidasi hingga memeras sejumlah Kasek.
Dalam aksinya, menurut beberapa sumber, oknum-oknum kerap itu mengatakan, “Jangan macam-macam, Anda itu akan dimutasi.”
“Tunggu saja, nanti Anda diturunkan dari jabatan kepala sekolah. Ngapain Anda capek-capek masuk kerja dan menunjukan kinerja saat ini,” kata seorang Kasek mengutip intimidasi oknum.
Akibatnya, tidak sedikit di antara kepala sekolah “angin-anginan” masuk kerja. Mereka menjadi ogah dan malas. Terlepas ada atau tidak ada kesibukan di luar.
“Karena kepala sekolahnya tidak masuk setelah diintimidasi, guru-guru pun banyak yang ogah-ogahan masuk,” kata seorang guru di Kilo.
Bukan itu saja. Rumor yang berkembang, ancaman dan intimidasi oknum kerap disertai permintaan sejumlah uang. Nilainya relatif. Berbeda-beda, tergantung posisi.
“Uang itu agar posisi aman,” kata seorang Kasek di Pekat dan diiyakan beberapa Kasek lainnya. “Tapi, saya tidak mau ‘nyetor,” sambungnya.
Jika seorang Kasek ingin dipertahankan di sekolah itu, konon harus menyiapkan atau menyetor sekian rupiah. Demikian pula terhadap beberapa di antara mereka yang ingin pindah ke sekolah “besar”.
“Cakep juga saya dengar ada yang dimintai uang agar diprioritaskan menjadi kepala sekolah. Cuma berapa nilainya, kami tidak tahu,” kata Kasek lain.
Masalah tersebut rupanya sudah sampai ke telinga Kadis Dikpora Kabupaten Dompu Drs. H. Rifaid, M.Pd. Dia mengaku, telah mendengar bahwa sejumlah Kasek di beberapa kecamatan diancam dan diintimidasi.
“Saya menerima telepon dari beberapa kecamatan. Bahkan, saya dengar sejak setelah saya dilantik sebagai kepala dinas (Dikpora),” kata Aji Rifaid, ketika memberikan sambutan dan pengarahan dalam semuah acara di SMPN 1 Hu’u, beberapa waktu lalu.
“Mereka melaporkan kepada saya, bahwa sejumlah kepala sekolah diancam dan diintimidasi oleh oknum-oknum tertentu. Sehingga kepala sekolah jarang lagi masuk. Guru-guru pun ikut malas,” sambungnya.
Dikonfirmasi media ini, Aji Rifaid menegaskan, dunia pendidikan tidak boleh dirong-rong seperti itu. “Kalau terus diganggu dengan hal-hal demikian, dunia pendidikan kita tidak akan baik. Tidak akan maju,” tegasnya.
Diakui Aji Rifaid, para kepala sekolah yang diintimidasi itu merasa resah dan tidak fokus bekerja. Namun begitu, dia mengimbau kasek-kasek tersebut tidak perlu resah dan risau.
“Menjadi Kasek ada sumpa janji. Tetap saja jalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan maksimal. Jangan terpengaruh oleh intimidasi apapun,” imbuhnya.
–
“Kepala Sekolah Bukan Jabatan Pusaka”
Kasek tidak perlu larut dengan urusan mutasi atau bakal diganti. Sesungguhnya, Kasek atau jabatan apapun itu adalah tugas tambahan. “Tugas pokoknya adalah guru. Dan, mengajar,” pesan Aji Rifaid.
Kalau pada suatu waktu diganti atau tidak lagi menjadi Kasek, maka senantiasa berpikir positif. “Mungkin tempat baru itulah yang terbaik. Sehingga kita keluar dari sekolah itu dengan tulus,” kata Aji Rifaid menasihati.
Sekali lagi, Aji Rifaid mengharapkan para Kasek tetap bekerja seperti biasa. Tidak perlu resah, risau atau gelisah soal mutasi. Pertimbangan mutasi, rotasi maupun promosi itu dilakukan berbadasarkan kinerja.
Kalau hasil evaluasi dan penilaian pengawas terhadap kepala sekolah bersangkutan itu menunjukkan nilai bagus, dipastikan tidak akan diganggu. Tetap dipertahankan.
“Namun, jika kinerjanya kurang bagus, bisa saja diganti, dengan catatan kalau hasil seleksi Cakep kemarin masih ada yang tersisa (stok),” tegasnya.
Aji Rifaid sempat menyinggung kecenderungan selama ini. Dimana, kalau tidak terkena kasus, jabatan Kasek itu seolah-olah menjadi pusaka. Apalagi kalau dia menjadi bagian “Timses” pada Pilkada. “Kepala sekolah itu bukan jabatan pusaka,” tegasnya lagi.
Karena itu, mulai saat ini dan kedepan, tidak bisa lagi seperti itu. Diberikan ruang kepada para guru untuk berkompetisi secara sehat. Masih banyak yang lebih berkualitas. Kasek merupakan individu berkualitas dan panutan. “Semoga bisa dipahami,” harap Aji Rifaid.
–
“Tradisi” Mutasi AKJ-Syah Setiap Jumat Sore
Kapan mutasi para kepala sekolah di Kabupaten Dompu dilakukan pasangan Bupati “Aby” Kader Jaelani dan Wabup H. Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ-Syah)?
Hingga Kamis (3/2) menjelang siang ini, belum dapat dipastikan. Kadis Dikpora dan beberapa pejabat terkait lain, juga tidak berani memastikannya.
Baca juga:
- Seleksi Cakep Dompu Formalitas? Hasil tak Diumumkan Terbuka, Langsung kepada Bupati
- Inilah Job-job Cakep Dompu Hasil Seleksi 2022
Sebagai gambaran, pemerintahan AKJ-Syah punya “tradisi”. Berdasarkan pengalaman selama ini, mutasi dilaksanakan setiap Jumat sore.
“Entar Jumat sore kapan, kita tidak tahu. Apakah Jumat pekan ini, pekan depan, Jumat dalam bulan ini, bulan depan, atau kapan? Kita tunggu saja,” ujar Aji Rifaid.
Menurut dia, yang pasti, tugas Timsel Cakep yang diketuai Sekda Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.Kes sudah selesai. Hasilnya sudah diserahkan kepada Bupati Kader Jaelani, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan telaahan, pertimbangan, masukan dan rekomendasi Timsel, selanjutnya menjadi kewenangan Bupati untuk menunjuk siapa guru-guru untuk menduduki dan melaksanakan tugas tambahan sebagai Kasek.
Perioritas hasil seleksi tersebut untuk mengisi 49 posisi Kasek yang lowong. Selebihnya, menjadi stok. Termasuk untuk mengganti Kasek yang kinerjanya kurang bagus, menurut penilaian dan evaluasi pengawas Dinas Dikpora dari Januari hingga Desember 2021.
Bisa saja saat pengisian 49 kepala sekolah itu juga dilaksanakan mutasi beberapa kepala sekolah yang ada sekarang. “Semuanya tergantung Bupati. Beliau yang memiliki kewenangan,” tuturnya. (tim)

One thought on “Jelang Mutasi, Sejumlah Kasek Diduga Diancam, Diintimidasi dan Diperas”