Salah satu titik longsor dari dan ke Wawo/Sape, Bima, di tanjakan sekitar Doro Mbolo. (sahlan/lakeynews.com)

BIMA, Lakeynews.com – Para pengguna jalan dari dan ke Kecamatan Wawo serta Sape, Kabupaten Bima, saat ini harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir dan tanah/batu longsor.

Pengamatan Lakeynews.com pada Selasa (7/12) malam, beberapa titik di jalan lintas Rasanae Timur, Kota Bima menunju Wawo/Sape atau sebaliknya, ditemukan tanah dan batu yang longsor. Bahkan dua lokasi longsor dijumpai di tanjakan sekitar wilayah Doro Mbolo.

Bukan itu saja. Air yang mengalir saat dan setelah hujan deras, membawa serta berbagai jenis material gunung. Material-material tersebut masuk hingga ke ruas jalan raya.

Luapan air bersama material masuk jalan raya karena saluran di pinggir jalan tertimbun lumpur dan kerikil, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Hal tersebut seperti dijumpai di sekitar kawasan wisata Ina Hami.

“Para pengguna jalan yang melintas di sini harus hati-hati dan tetap waspada dalam berkendara,” kata Rukayah, salah seorang pengguna jalan itu, Selasa malam.

Selain curah hujan tinggi dengan waktu yang cukup lama, banjir dan tanah longsor juga disebabkan tidak adanya pohon-pohon sebagai penyangga karena hutan gundul.

“Kesadaran warga dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sangat kurang. Pemerintah harus bisa mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembabat hutan,” tegas pengguna jalan lainnya.

Diharapkan, saluran air yang tertutup tanah, lumpur dan kerikil di sepanjang menuju Wawo segera dibersihkan supaya air bisa mengalir dengan lancar. Demikian juga material yang memenuhi ruas jalan. (lan)