
Nasrin: Kelor, Solusi Hutan Gundul, Banjir dan Ekonomi
–
DOMPU, Lakeynews.com – Sesuai rencana, Rabu (8/12) Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah (Bang Zul) bersama Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) turun ke Kecamatan Kilo, Kabupatan Dompu.
Gubernur-Bupati dan rombongan meninjau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Malaju dan Desa Lasi. Bang Zul dan AKJ sempat berkunjung ke kebun budidaya kelor Kades Kramat, Usman M. Ali
Dalam kunjungan itu, selain Bupati AKJ, Gubernur juga didamping Kapolres AKBP Iwan Hidayat, S.IK, Dandim 1614/Dompu Letkol Ali Cahyono, Plt. Kadis PU Muhammad Aris Ansary, ST, MT, Kacab Bank NTB Iskandar dan sejumlah pejabat lain. Serta, disambut Plt. Camat Kilo Rudi Purtomo dan jajaran.
Gubernur mengaku, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian banjir dan hutan gundul di Kilo. “Banjir, hutan yang gundul dan pelajaran dari Kilo, Dompu,” kata Bang Zul dalam status Facebook-nya usai berkunjung ke sana.
Salah satu solusi, baik penanganan hutan yang gundul dan banjir maupun alternatif bagi petani yang rawan babat hutan adalah menanam kelor.

“Menanam kelor yang cepat menghasilkan. Kemudian diikuti dengan penanaman pohon-pohon lain yang butuh waktu panen lebih lama, seperti buah-buahan,” ungkap Bang Zul.
Sebelumnya dijelaskan, di Kilo saat ini ada upaya untuk meretas jalan baru. Mengambil solusi yang diharapkan bisa menjadi alternatif penghijauan hutan-hutan yang gundul.
Dia menyarankan warga menanami hutan-hutan gundul dengan bibit-bibit kelor yang cepat menghasilkan. Harga jualnyapun diakui sangat bagus. “Pembelinya juga sudah ada,” tegasnya.
“Menanam kelor, memungkinkan jagung juga untuk ditanam bersama. Bibit kelor sudah ada sekitar 250 ribu di Kilo. Mungkin bisa dicoba juga di tempat lain,” imbuhnya.
Menurut Bang Zul, banjir merata menyapa daerah-daerah di NTB. “Kalau ditanya apa penyebabnya, semua sepakat karena hutan yang gundul. Pohon-pohonnya sudah terjarah dan lahannya kemudian ditanami jagung,” tandasnya.
Yang menanam jagung pun sadar, bahwa tindakan mereka bisa mengakibatkan banjir dan merugikan banyak pihak dan daerah kita. Tapi melarang mereka bukan persoalan mudah dan sederhana sepanjang alternatif selain menanam jagung kita tidak sediakan.

Pemerintah, lanjut dia, sudah bertahun-tahun melakukan penanaman kembali dan reboisasi. Bibit-bibit buah-buahan dan lainnya sudah tidak terhitung lagi jumlah di tanam. “Hasilnya nggak efektif karena hasilnya lama,” paparnya.
“Masyarakat tak bisa lagi diajar berlama-lama dengan bermacam teori tapi tak menyediakan solusi alternatif yang segera. Masyarakat ingin solusi yang instan bisa rasakan dan nikmati,” tambah Bang Zul.
Sementara itu, Owner Tri Utami Jaya Nasrin H. Muhtar, MM, mengucapkan terima kasih atas kesempatan Gubernur mampir di kebun budidaya kelor milik Kades Kramat.
Tri Utami Jaya merupakan perusahaan minuman sehat berbahan baku kelor. Satu-satunya perusahaan mitra para petani kelor di Kilo. Beberapa produk yang diproduksi produsen ini. Diantaranya, Teh Moringa KIDOM, Kopi Moringa KIDOM dan lainnya.
“Semoga dengan menanam kelor, masalah hutan gundul, banjir dan lingkungan menjadi solusi. Tumpang sari dengan jagung. Selain meningkatkan perekonomian petani,” harap Nasrin. (tim)
