Jembatan sementara di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, mulai diperbaiki. Di sampingnya dilakukan penimbunan agar kendaraan bisa lewat. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), hari ini (Minggu, 28/11) mulai memperbaiki jembatan sementara di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

“Jembatan Boro, Kecamatan Sanggar, hari ini mulai diperbaiki,” kata Kadis PU NTB Ir. Ridwan Syah, M.Ap, dalam status melalui akun Facebook pribadinya, siang tadi.

Jembatan itu terputus dan hanyut akibat banjir beberapa waktu lalu. Selain di Desa Boro, juga jembatan Kore dan Loka juga terputus.

Diketahui, sejak jembatan-jembatan (terutama di Desa Boro) hanyut, masyarakat Kecamatan Sanggar dan Tambora tersiksa. Sekian hari aktivitasnya terhambat oleh terputusnya jembatan sementara di Desa Boro tersebut.

Jembatan sementara di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, setelah dihantam banjir beberapa waktu lalu. (ist/lakeynews.com)

Diakui Ridwan Syah, jembatan existing yang dipakai sebagai jembatan sementara itu putus dan hanyut beberapa hari lalu karena banjir.

Sedangkan jembatan yang baru, lanjut Ridwan Syah, sedang dibangun. Persisnya di samping jembatan existing. Jembatan baru dibangun sejak beberapa bulan lalu oleh Dinas PU NTB.

“Insya Allah Mei (2022) sudah tuntas. Kalembo ade samenan weki (harap maklum/bersabar semuanya: Bima, red),” ujar Ridwan Syah mengakhiri statusnya.

Pengamatan kontributor Lakeynews.com di lapangan, sembari memperbaiki jembatan existing itu, dilakukan penimbunan di samping jembatan sementara. Hal itu agar kendaraan bisa melewati sungai tersebut.

Sahlan alias Ama Ompu, salah seorang warga yang mengaku sering melewati jembatan Desa Boro, Kecamatan Sanggar. (ist/lakeynews.com)

Dari tiga jembatan yang putus di Kecamatan Sanggar, jembatan di Desa Boro yang paling parah. “Sudah beberapa bulan terhenti pengerjaannya,” ujar Sahlan, salah seorang warga yang mengaku sering melalui jembatan itu.

Jembatan-jembatan yang terputus di atas merupakan penghubung masyarakat di dua kecamatan (Sanggar dan Tambora). Bahkan menghubungkan dua kabupaten, Bima dan Dompu.

“Khusus jembatan Boro, satu-satunya penghubung antara Desa Kore dan Boro sendiri,” kata pria yang akrab dipanggil Ama Ompu itu. (ayi)