
DOMPU, Lakeynews.com – Pendistribusian dan pembagian benih jagung bantuan pemerintah (Banpem) kepada sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Kiwu, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, berlangsung sukses.
Penyaluran yang dikomandoi Koordinator BPP Kilo Kaharudin, SST pada Sabtu (13/11) itu berjalan transparan, lancar dan aman.
Pantauan Lakeynews.com di lapangan, selain diikuti PPL Desa Kiwu Amrin, pendistribusian benih jagung itu dikawal ketat oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan sejumlah elemen lainnya.
Menariknya lagi, penyerahan bantuan ikut dipantau dan disaksikan Plt Camat Kilo, Rudi Purtomo. Rudi bahkan menandatangani berita acara penyerahan bantuan bersama Babinsa Bhabinkamtibmas dan PPL Desa Kiwu.
Benih jagung Banpem ini mulai dibagikan sekitar pada pukul 12.05 Wita. Benih diangkut menggunakan tiga truk.
Data yang diperoleh, total benih jagung yang sedianya didistribusikan adalah 33 ton dan 900 kilogram (Kg). Namun yang berhasil didistribusikan pada hari itu, 25 ton dan 500 Kg. Sedangkan sisanya didistribusikan pada keesokan harinya, Minggu (14/11).

Ditemui disela-sela pembagian benih, Koordinator BPP Kilo Kaharudin, SST, mengapresiasi kinerja rekan-rekannya di Gapoktan. “Luar biasa teman-teman Gapoktan di Kiwu ini. Kita sangat apresiasi,” puji pria yang akrab disapa Dae Iron ini.
Menurutnya, model pendistribusian benih Banpem seperti ini sangat baik dalam menekan praktik-praktik negatif. “Desa Kiwu layak menjadi Desa Percontohan dalam hal pendistribusian benih bantuan,” ujarnya.
“Kita berharap pemerintah daerah dapat menerapkannya secara menyeluruh,” usul lelaki berambut gondrong ini menambahkan.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Ncuhi Kala, Desa Kiwu Mahdi, SH, menjelaskan, bantuan benih ini diperuntukkan bagi 48 Poktan di desa itu. “Untuk mengambil benih jagung, petani dapat menghubungi ketua Poktan masing-masing,” ujarnya.
Menekan kemungkinan terjadinya penyimpangan, pengurus Gapoktan Ncuhi Kala memajang daftar nama-nama penerima manfaat pada papan Informasi Desa.
“Hal ini kami lakukan agar anggota kelompok tani dapat mengecek nama-nama yang mendapatkan bantuan,” tuturnya.
Langkah tersebut, lanjutnya, sebagai bentuk transparansi terhadap publik dalam pendistribusian benih bantuan. Itu juga sejalan dengan cita-cita luhur pemimpin Bumi Nggahi Rawi Pahu untuk menuju pemerintahan yang bersih, tanpa diwarnai praktik KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).
Sedangkan PPL Desa Kiwu Amrin, mengungkapkan, selama ini akibat ulah oknum tertentu, PPL selalu menjadi kambing hitam atas permasalahan benih bantuan di tingkat desa. Padahal, menurutnya, terkadang persoalan tersebut bukan ranah dan tanggung jawab PPL.
Hal tersebut dikhawatirkan berdampak munculnya kesan buruk pada PPL. “Kredibilitas dan nama baik kami penyuluh (PPL, red) tercoreng di mata publik,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Tokoh Pemuda Desa Kiwu Emardin Fajar Alam, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan benih.
Ucapan yang sama juga disampaikan kepada BPP Kilo yang transparan dalam menyalurkannya. “Kami mengapresiasi sinergitas yang dibangun lintas aparat yang ada di Kecamatan Kilo,” tuturnya. (tim)
