Suasana hearing perwakilan LSM LAPI dengan para pejabat DLH Kabupaten Dompu, Selasa (2/11). (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Perwakilan Lembaga Advokasi Pembangunan dan Informasi (LAPI), Selasa (2/11) melakukan hearing dengan para petinggi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu.

Beberapa orang yang dikoordinir Syamsuddin alias Some itu, datang untuk meminta penjelasan terkait beberapa hal. Diantaranya, menyangkut dugaan pemangkasan anggaran TPA (tempat pembuangan akhir) 2021, dugaan manipulasi alat kerja, pembelian alat kerja (sapu untuk tenaga kebersihan) dan pengelolaan TPA.

LAPI juga meminta penjelasan menyangkut pengelolaan TPA di Desa Lune, Kecamatan Pajo yang diduga menjadi lokasi pembuangan limbah medis.

Some dkk pun menuntut klarifikasi terkait dugaan adanya limbah pabrik PT. Sukses Mantap Sejahtera (PT. SMS), perusahaan tebu di Kecamatan Pekat.

Hadir dalam dialog tersebut, Kadis LH Dompu Jufri, ST, M.Si, Sekretaris DLH Yani Hartono, Kabid LH Andi Bakhtiar, Kabid Kebersihan Syarifudin, Kasi Pengelolaan Persampahan Dian Syahroni.

Menanggapi tuntutan LSM LAPI tersebut, Jufri mengaku, sebagai pejabat yang baru dilantik sebagai Kadis LH, masih banyak yang harus dipelajari pihaknya.

Namun, hasil koordinasinya dengan para pejabat DLH, bahwa anggaran di dinas itu sudah diaudit oleh pihak terkait. “Sampai saat ini tidak ada masalah atau temuan,” tegasnya.

Demikian pula terkait anggaran TPA 2021 yang diduga dipangkas DLH,dugaan manipulasi alat kerja dan pembelian alat kerja (sapu untuk tenaga kebersihan), tidak ada masalah atau temuan.

“Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu termasuk OPD yang mengalami pemangkasan anggaran untuk penanganan Covid-19,” jelas Jufri.

Diketahui, untuk penanganan pandemi Covid-19, DLH Dompu termasuk salah satu OPD yang mengalami rofocusing anggaran 2021. Sehingga, beberapa item pekerjaan (kegiatan) yang mengalami penundaan atau pengurangan volumenya.

Mengenai pengelolaan TPA di Desa Lune yang ditemukan adanya limbah medis B3, Jufri menegaskan, hal itu bukan dilakukan petugas sampah DLH. “Kami sudah berkordinasi dengan RSUD Dompu terkait persoalan tersebut,” paparnya.

Sedangkan mengenai pengelolaan limbah pabrik gula PT. SMS di Kecamatan Pekat, Jufri berjanji, dalam waktu dekat akan turun ke lapangan untuk memastikan pengelolaan limbah dengan baik.

“Namun Dinas Lingkungan Hidup tetap rutin melakukan pengawasan limbah di PT. SMS,” tandas mantan Kalak BPBD Dompu itu.

Muhary: PT. SMS Komit Nol Limbah, Semua Sisa Olahan Berguna

Sementara itu, Manager Media and External Relations PT. SMS, Muhammad Haryanto, membenarkan adanya keluhan dari warga mengenai bau limbah. “Tapi itu sifatnya temporer saja,” katanya pada Lakeynews.com, Selasa malam ini.

Karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Muhary itu, pihak PT. SMS sudah bertemu dengan tokoh-tokoh dan  perwakilan masyarakat Desa Doropeti. “Saat itu dijelaskan, PT. SMS sejak awal telah berkomitmen terhadap pengolahan limbahnya.

Sejak turunnya tim LHK Provinsi NTB untuk memeriksa sesuai laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setahun lalu, Muhary tegaskan, bahwa PT. SMS tidak setetespun mengalirkan limbahnya ke sungai. “Itu bisa dibuktikan sampai saat ini,” paparnya.

Baca juga: PT. SMS Tindak Lanjuti Rekomendasi DLHK dengan Transplantasi

Sebagai produsen gula di Indonesia Timur, PT. SMS berkomitmen untuk selalu zero waste (nol limbah). Terkait adanya keluhan bau, Muhary mengakui, memang ada sisa air limbah pascagiling pada akhir Oktober lalu.

Sebagai informasi, sisa air tersebut akan diolah lebih dulu seperti biasa, dimurnikan kembali sehingga lebih ramah lingkungan. Selanjutnya akan dipompa, kemudian dialirkan ke sistem pengairan perkebunan tebu untuk dimanfaatkan kembali. “Jadi, semuanya berguna,” tandasnya.

Hanya saja, ketika terjadi liburan panjang pascagiling kemarin, banyak karyawan libur dan pulang kampung. Sehingga, ketika ada pompa yang rusak, tenaga mekaniknya kurang.

Sekarang ini, mesin sudah diperbaiki dan air tersebut sudah diupayakan dipompa kembali. “Juga sudah kami lakukan treatment untuk menghilangkan bau,” ungkap Muhary lagi.

Yang pasti, lanjutnya, PT. SMS akan selalu berkomitmen untuk senantiasa menjaga lingkungan.

Seiring dengan itu, PT. SMS juga mengikuti saran dan rekomendasi Dinas LHK Provinsi NTB untuk melakukan transplantasi terumbu karang di wilayah pinggir pantai Doropeti.

Lebih jauh dijelaskan Muhary, untuk mengantisipasi meningkatnya kapasitas produksi dari tahun ke tahun, PT. SMS (tahun ini) sedang memperluas area WWTP. “Secara perlahan, PT. SMS juga memperbaiki sistem IPAL-nya,” cetusnya. (tim)