Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes, memberikan sambutan pada acara Deklarasi Lima Pilar STBM bagi tujuh desa di Kecamatan Pekat. Dan, Deklarasi dipandu Camat Pekat Nuraini, S.Pd. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Tujuh desa di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, melakukan Deklarasi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Ketujuh desa tersebut, Desa Karombo, Kadindi, Kadindi Barat, Beringin Jaya, Sorinomo, Calabai dan Desa Nangamiro.

Deklarasi yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Pekat, Sabtu (30/10) itu dihadiri Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes. Sekda hadir mewakili Bupati didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Hj. Iris Juwita Kastianti, SKM, M.M.Kes dan Dirut RSUD Dompu Dr. Dias Indarko, MPPM.

Hadir juga Camat Pekat Nuraini, S.Pd, Kapolsek Pekat IPTU Moh Sofyan, Kepala Puskesmas Pekat, Danramil Pekat, perwakilan PT. SMS, Puskesmas Nangakara, Baznas Kabupaten Dompu, Kades se-Kecamatan Pekat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan elemen terkait lain.

Kehadiran Sekda bersama rombongan disambut dengan beberapa atraksi, tarian seni dan budaya daerah.

Kelima Pilar STBM yang dideklarasikan itu; Stop Buang Air Besar Sembarang Tempat (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan di Rumah Tangga (PAMM-RT), Pengamanan Sampah Rumah Tangga (PSRT) dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT).

Saat membacakan sambutan Bupati Dompu, Sekda Gatot memaparkan tujuan pencanangan STBM tersebut. “Program ini untuk mewujudkan perilaku masyarakat higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” jelasnya.

Dengan pencanangan STBM ini, lanjut Sekda, tahun 2025, Indonesia dapat mencapai sanitasi total untuk seluruh lapisan masyarakat sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia.

Kehadiran Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes dan rombongan di Kantor Camat Pekat disambut dengan beberapa tarian dan atraksi seni serta budaya daerah. (ist/lakeynews.com)

STBM merupakan program yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang betapa pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. “Karena itu, saya mengajak kita semua, agar setelah lima Pilar STBM dideklarasikan, tidak ada lagi yang tidak berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sekda juga menjelaskan, Lima Pilar STBM itu akan membantu masyarakat untuk mencapai tingkat higienis yang paripurna, sehingga akan menghindarkan masyarakat dari kesakitan dan kematian akibat sanitasi yang tidak sehat.

Pelaksanaan dan penerapan Lima Pilar STBM dimasa pandemi ini perlu lebih ditingkatkan dan dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Karena hal ini menjadi salah satu upaya pencegahan Covid-19.

Keberhasilan program STBM, tegas Sekda, bukan hanya menjadi kerja dan tanggung jawab pemerintah. Lebih dari itu, dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, saling bersinergi membangun hidup sehat dan bersih.

Sekda Gatot mengapresiasi seluruh elemen di Kecamatan Pekat atas terselenggaranya pencanangan lima Pilar STBM di Kecamatan Pekat ini. “Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Dompu juga mengucapkan selamat kepada tujuh desa di Kecamatan Pekat yang sukses melaksanakan deklarasi lima Pilar STBM ini,” tuturnya.

Pada sisi lain, Sekda mengatakan, walaupun tren kasus positif Covid-19 terlihat menurun, dia tetap mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi pada program vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi ini bagian dari upaya mewujudkan Herd Imunity hingga 70 persen dari jumlah penduduk.

“Vaksinasi Covid-19 memberikan manfaat untuk kekebalan dan melindungi kita semua dari ancaman virus Corona,” katanya mengingatkan pada acara yang menerapkan Prokes Covid-19 itu.

Sekda Gatot kemudian mengimbau semua elemen terkait, mulai dari Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan lintas sektoral dalam hal ini OPD terkait (Dinas Kesehatan, Bappeda-Litbang, Dinas Perukim, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMPD, PT. SMS, dan BAZNAS, agar membantu masyarakat.

Bantuan dimaksud, antara lain, melalui program-program pembangunan sarana sanitasi yaitu jamban. “Saya mengimbau OPD dan instansi terkait untuk ikut membatu pembangunan sarana prasarana sanitasi yang dibutuhkan masyarakat,” tandas Sekda. (orj/adv)