Kabag Prokopim Setda Kabupaten Dompu Ardiansyah, SE (topi merah) bersama Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani. (ist/lakeynews.com)

Simpe Dian: Mari Kita Sama-sama Jaga Kondusifitas Daerah

DOMPU, Lakeynews.com – Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu Ardiansyah, SE, mengajak dan mengimbau seluruh elemen masyarakat Dompu bersama-sama menjaga kondusitas daerah.

“Mari kita sama-sama menjaga dan melestarikan kondusifitas daerah kita agar terus aman, damai dan harmonis,” kata pria yang akrab disapa Simpe Dian itu melalui pernyataan tertulisnya, Jumat (22/10) siang.

Diketahui, pascademo massa Kesatuan Masyarakat Dompu (KMD) yang berujung ricuh di Kantor Bupati Dompu, Senin (18/10) lalu, berkembang sederet isu tak sedap terhadap kepemimpinan Bupati AKJ dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST, MT.

Hal tersebut jika terus berkembang dikhawatirkan mengganggu harmonisasi hubungan pemerintah dengan warga, atau antarelemen warga. Karena itu, pemkab (Bupati) Dompu melalui jurubicaranya Ardiansyah memberikan pernyataan. Meskipun isinya tidak secara spesifik memuat tentang persoalan tersebut.

Menurut Simpe Dian, kondusifitas daerah yang aman, tertib, damai dan harmonis sangat dibutuhkan untuk kelangsungan pembangunan daerah. “Karena itu, mari kita semua ikut menjaga agar daerah tetap aman, tertib dan damai,” ajak pria yang beberapa tahun lalu juga sempat menjabat Kabag Prokopim (Humas) Setda ini.

Kalau ada elemen masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, usulan, saran, masukan atau pendapatnya kepada Pemda, Simpe Dian memastikan, Pemda Dompu tidak menutup diri.

“Pemda dengan tangan terbuka akan menerima untuk diajak berdialog dalam mencarikan penyelesaian yang baik atas berbagai persoalan yang ingin didiskusikan bersama,” paparnya.

Penyampaian aspirasi masyarakat kepada Pemda, lanjut Simpe Dian, sudah ada aturannya. Diatur dalam Keputusan Bupati Dompu Nomor: 061/6/ORG/2020, tanggal 17 Januari 2020 tentang Standar Operasional Prosedur Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Hal penting dan krusial dalam aturan itu, jelas Simpe Dian, tertuang pada poin 9 dan 10. Di sana antara lain disebutkan, peserta penyampaian pendapat di muka umum wajib melaksanakan kegiatan secara damai, beretika, dan tidak merusak fasilitas umum serta peserta penyampaian pendapat dimuka umum wajib menggunakan bahasa yang baik dan sopan, serta tidak menyerang secara pribadi atau personal.

“Pemkab Dompu saat ini sedang fokus melaksanakan berbagai agenda pembangunan guna mewujudkan visi misi Dompu Mashur sebagaimana menjadi harapan bersama semua elemen masyarakat Dompu,” tandasnya.

Terlepas dari itu semua, Simpe Dian mengharapkan kepada semua elemen masyarakat dapat menggunakan media sosial secara bijak. Tidak untuk mencoreng nama daerah. Tidak digunakan untuk menyampaikan berita atau informasi hoaks.

“Juga tidak cepat termakan oleh isu negatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mari kita tetap jaga semangat persatuan dan kesatuan, persaudaraan dan silaturahmi antara satu dan lainnya,” ajak Simpe Dian lagi.

Ardiansyah juga mengingatkan semua elemen masyarakat kiranya terlebih dulu melakukan check and recheck terhadap informasi atau berita yang diunggah (posting) di medsos melalui jalur atau prosedur yang benar.

Pejabat yang dikenal kokoh dalam menerapkan aturan atau regulasi yang ada ini menegaskan, tugas pemerintah adalah menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik dengan sebaik-baiknya. “Tentu muaranya semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan berdasarkan ketentua peraturan yang berlaku,” paparnya. (tim/adv)