Drs. H.L. Gita Ariadi, M.Si. (ist/lakeynews.com)

Oleh: Drs. H.L. Gita Ariadi, M.Si *)

TIDAK ada pesta yang tiada berakhir. Sang kesatria telah berjuang keras mempertaruhkan jiwa raga bertempur diarena. PON Papua kehormatan dan kebanggaan telah dipertaruhkan.

Besok saatnya, Sang Juara pulang dengan kepala tegak. Rakyat dan Pemprov NTB bangga dan berterima kasih. 15 emas, 11 perak dan 12 perunggu hasil yang istimewa dan membanggakan. Peringkat Sembilan adalah capaian yang paripurna. Jauh melebihi hasil pada PON-PON sebelumnya.

Sabtu (16/10) pagi, dari Jayapura, Ketua Kontingen, Bapak Mori Hanafi melaporkan dan koordinasi dengan Sekda tentang rencana kepulangan kontingen.

Pak Mori Hanafi bersama 122 atlet dan official hari ini akan tinggalkan tanah Papua. Dari Jayapura transit semalam di Surabaya. Keesokan harinya, Minggu (17/10) rombongan tiba di BIZAM sekitar pukul 09.15 Wita.

Sambil menunggu rombongan yang berangkat dari Timika tiba di Bandara BIZAM, rombongan akan menjalani protokol kesehatan berupa swab antigen. Bila hasilnya negatif dapat pulang karantina mandiri. Bila hasilnya positif, akan dikarantina di tempat yang sudah disiapkan. Lima hari kedepan dilakukan RT-PCR.

Rombongan lain berangkat dari Timika. Sebanyak 35 orang dipimpin Bapak H. MNS Kasdiono dan Bapak Suhaimi. Kloter ini akan melewati rute kepulangan dari Timika ke Makassar. Transit untuk bermalam di Makassar. Dari Makassar terbang ke Bandara Ngurah Rai Denpasar selanjutnya akan tiba di BIZAM hari Minggu pukul 12.00 Wita.

Rombongan Kloter pertama yang tiba pukul 09.15 Wita, menunggu kedatangan rombongan Kloter kedua karena di Kloter Timika banyak juga peraih medalinya.

Kepulangan atlet yang berlaga di PON Papua ini memang tidak sekaligus. Bergantung jadwal bertandingnya. Atlet futsal misalnya, sudah tiba beberapa hari yang lalu. Disusul beberapa Cabor lain yang sudah lebih awal selesaikan pertandingan.

Ada juga atlet yang tidak pulang ke Lombok tapi langsung terbang ke Jakarta. Mereka menyelesaikan Pemusatan Latihan karena akan mengikuti event-event internasional.

Setelah 2 kloter ditambah atlet-atlet yang pulang duluan terkumpul, panitia menyiapkan defile/arak-arakan atlet PON.

Rute konvoi/arak-arakan, dari BIZAM, putar masuk kota Praya, menuju Puyung, Ubung, Kediri, Sweta, Cakra, Mataram dan finish di Lapangan Sangkareang Mataram.

Mobil konvoi antara lain mobil calling Diskominfotik, vooreijder polisi, bus city tour berisi atlet peraih emas, mobil terbuka offroad, jeep, komunitas sepeda motor, mobil ka OPD dan lainnya. Konvoi dipersiapkan dan tanggung jawab Kadispora dan Kadis Perhubungan.

Dari lapangan Sangkareang disambut dan diiringi dengan aneka tetabuhan; gendang beleq, drum band dan lainnya.

Komunitas masyarakat Papua di Mataram direncanakan ikut menyambut.

Pahlawan yang sudah mengharumkan nama daerah. Khusus peraih medali emas direncanakan akan diusung dengan jaran kamput.

Prosesi arak-arakan dari lapangan Sangkareang menuju kantor Gubernur dipersiapkan dan menjadi tanggung jawab Kadis Dikbud. Karo Kesra melakukan pengaturan penyiapan musik-musik penyambutan dari sekolah-sekolah terpilih di Kota Mataram.

Penyambutan, ramah tamah, santap siang dan pembubaran kontingen di kantor Gubernur. Gubernur, Wakil Gubernur bersama Forkopimda, Bupati/Wali Kota dan tamu undangan lainnya menunggu arak-arakan dan diundang ke kantor Gubernur pukul 15.00 Wita. Acara ini disiapkan dan menjadi tanggung jawab Karo Umum, Karo Ekonomi dan Karo Adpim.

Acara syukuran dan pemberian bonus direncanakan pada saat syukuran/peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober. Seminggu setelah kedatangan.

Selesai acara para Bupati/Wali Kota membawa pulang atletnya dengan kendaraan dari daerah masing-masing.

Untuk mengantisipasi agar atlet tidak pulang dengan angkutan umum, open cup, apalagi ojek seperti yang viral yang terjadi di daerah lain, Dishub NTB sudah menyiapkan bus-bus Damri yang siap mengantar pulang atlet sampai kantor Bupati/Wali Kota. Dari kantor Bupati/Wali Kota setempat diantar ke rumah masing-masing atlet oleh kendaraan dinas pemda.

Diantisipasi juga dari Pemprov akan mengantar pulang hingga ke titik akhir, rumah atlet. Persiapan dan teknis kepulangan di bawah koordinasi dan tanggung jawab Inspektur Provinsi NTB. (*)

*) Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)