
DOMPU, Lakeynews.com – Siswi SDN 16 Woja, Kabupaten Dompu Ririn Dwi Aryanti meraih juara empat pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2021.
Prestasi gemilang yang diperoleh Ririn sesuai dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi melalui Ditjen Pusat Prestasi Nasional Nomor: 1865/J3/DM.00.03/2021 tentang Penetapan Pemenang di ajang bergengsi tingkat nasional jenjang SD.
Seperti dilansir pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id, Ririn bersama tujuh peserta dari provinsi lain berhasil menyisihkan ratusan peserta Lomba Kriya Anyam Jenjang SD Tingkat Nasional itu.
Di sana juga disebutkan, dari tujuh peserta pemenang lomba pada Cabang Kriya Anyam, peserta terbaik pertama diraih Nailah Estari (SDN 1 Paya Bujok Tunong, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam).
Kemudian, disusul Adiasyha Rizdani Heriawan (SDIT Salsabila Al Muthi’in, Provinsi D.I Yogyakarta) dan di posisi ketiga diraih Okta Vilaini (SDN Jatimudo, Provinsi Jawa Tengah).
Ririn Dwi Aryanti (SDN 16 Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat) di posisi keempat dan disusul posisi kelima diraih Nafizatul Aina (SDN 7 Kubang, Provinsi Sumatera Barat).
pada posisi keenam dan ketujuh diraih masing-masing, Komang Adelia Cantika Putri (SDN 7 Pemecutan, Provinsi Bali) dan Ladisya Putri Insani (Sekolah SI, Kuala Lumpur, Malaysia; kategori terfavorit).
Ririn Dwi Arianti lahir di Dompu, 24 Desember 2010. Dia putri kedua dari pasangan Syafrudin (Ayah) dan Rohana (Ibu) beralamat di Lingkungan I, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja.
Sebelumnya, Ririn memenangkan lomba kreasi tangan yang diadakan oleh Dikbud Kabupaten dan berhasil meraih juara satu pada tingkat kecamatan dan Kabupaten Dompu.
“Jadi keberhasilan salah satu siswa kami ini tidak mudah. Setiap hari kami asah kemampuan siswa melaui kegiatan ektrakurikuler. Untuk anggaran kegiatan kami mengalokasikannya melalui dana bos dibawah bimbingan Asri Dilianti S.P.d,” kata Kepala SDN 16 Woja Ismiati, S.Pd, pada wartawan di kantornya, baru-baru ini.
Lebih lanjut Ismiati menjelaskan, karya seni Kriya Anyam yang dibuat Ririn didokumentasikan dalam bentuk foto dan vedio secara detail. Baik proses pengerjaan maupun hasilnya. “Setelah itu dikirim ke Dinas Dikpora Dompu,” ujarnya.
Dikpora kemudian mengirimkan file vedio ke Dikbud RI. Karena sistem Daring, maka semua karya itu terpusat di Jakarta. Penilaian dewan juri tidak hanya desain, tapi juga asas manfaat dan nilai guna barang yang dibuat.
Berkat keseriusan siswa, kegigihan dan kerja keras para guru pembina, berhasil mengantarkan Ririn menyabet juara Harapan Satu pada lomba sistem Daring Zoom yang diselenggarakan Dikbud RI tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungannya, UPTD Dikpora Kecamatan Woja melalui Dr. Anwar memberikan bingkisan berupa tas dan buku kepada Ririn.
“Selain dari UPTD Dikpora Woja, tidak ada lagi yang memberi bingkisan. Jadi saya menunggu yang “di atas” untuk memberikan bingkisan dan apresiasinya,” harap Ismiati sembari tertawa ringan.
Diketahui, selain mendulang prestasi diluar sekolah, dalam lingkungan sekolah Ririn dikenal sebagai anak yang pintar. “Dia selalu mendapat ranking satu setiap semester,” paparnya. (fm)
