
Antisipasi Corona, Satgas Penanganan PMI Gelar Pasukan di BIZAM
MATARAM, Lakeynews.com – Sekitar 10 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI/TKW asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan pulang kampung dalam waktu dekat.
Karena itu, Selasa (1/6), Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMI melakukan gelar pasukan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah (Loteng). Apel dipimpin Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han dan diikuti sekitar 200 orang.
Kegiatan itu untuk mengecek kesiapan Tim Satgas Covid-19, sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 selama kedatangan para TKI/TKW asal NTB melalui BIZAM.
Hadir saat itu, Karo OPS Polda NTB Kombes Pol Imam Thobroni, Danlanud ZAM Kolonel Pnb Khairun Aslam, Danlanal Mataram diwakili Pasops Mayor Laut (P) Sarjandi, Dirsamapta Polda NTB Kombes Pol Frido Sitomorang, Kadikes NTB Dr. Lalu Hamzi Fikri, M.Si, para Kasirem 162/WB.
Hadir juga Dandim se-Pulau Lombok, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK, Dandenkesyah Mataram Letkol Ckm dr. I Gusti Ngurah Gede Kartika, Sp.An, perwakilan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, GM Angkasa Pura I Cabang BIZAM Nugroho Jati.
Tampak pasukan apel; 1 SST Korsik, 1 SST Sub Satgas Intelejen, 1 SST Sub Satgas Kesehatan, 1 SST Sub Sagas Mataram, 1 SST Sub Satgas Loteng, 1 SST Sub Satgas Lotim, 1 SST Sub Satgas Angkutan, 1 SST Sub Sagas Penerangan, 1 SST Sub Satgas GAKKUM dan 1 SST Sub Satgas BIZAM.
Danrem Ahmad Rizal Ramdhani dalam amanatnya mengatakan, apel itu dilaksanakan untuk mengecek kesiapsiagaan personel Satgas Penanganan PMI dalam menyambut kedatangan para pekerja migran di wilayah NTB.
“Diprediksikan, kurang lebih 10 ribu pekerja migran (TKI/TKW, red) akan datang (kembali) di wilayah kita dalam waktu dekat,” sebut Danrem.
Dampak dari kedatangan para pekerja ini, menurut Danrem, harus diantisipasi. Ini dalam upaya membantu Pemda NTB dan instansi terkait dalam mengecek kondisi para PMI, terutama terkait antisipasi penyebaran Covid-19.
“Kita ketahui bersama bahwa di luar negeri, varian Covid-19 semakin banyak dan ganas. Walaupun dari negara asalnya para pekerja migran ini sudah membawa surat bebas Covid-19, tidak menutup kemungkinan masih ada pekerja yang membawa virus (Covid-19) dengan varian baru,” tegasnya.
Karena itu, kata Danrem, perlu adanya ketelitian seluruh petugas dalam mengecek para pekerja yang datang. Sehingga tidak ada satu pun pekerja migran yang lolos dari pemeriksaan demi keselamatan dan keamanan wilayah NTB. (tim)
