
DOMPU, Lakeynews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika (Stageof) Mataram menginformasikan sekaligus mengajak warga Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk sama-sama menyaksikan Gerhana Bulan Total (GBT) “Super Blood Moon”, Rabu (26/5).
Lokasi pengamatan GBT (khusus di wilayah Kota Mataram dan sekitarnya), halaman Kantor Stageof Mataram – NTB, Jalan Adi Sucipto Nomor 10 Rembiga, Selaparang.
“Yuk, kita saksikan bersama-sama fenomena Gerhana Bulan Total ‘Super Blood Moon’ hari ini. Fase puncaknya pukul 19.18 Wita,” kata Kepala BMKG Stageof Mataram Ardhianto Septiadhi, S.Si, pada Lakeynews.com, Rabu pagi menjelang siang ini.
“Jangan lupa tetap menjalankan protokol kesehatan di manapun sobat BMKG berada,” imbuh pria yang akrab dipanggil Ardhi itu melalui pesan WhatsApp-nya.
Apa itu Gerhana Bulan Total? Seperti apa peristiwa itu terjadi?
Menurut Ardhi, Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya sinar Matahari oleh Bumi. Sehingga, sinar itu tidak semuanya sampai ke Bulan, dilihat dari Bumi.
“Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini, hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya,” jelasnya.

GBT terjadi, kata Ardhi, saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar, ketika Bulan berada di umbra Bumi. Tatkala puncak GBT, Bulan akan terlihat berwarna merah (dikenal dengan istilah Blood Moon).
Bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi (Perigee). “Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga sering disebut dengan Super Moon,” ulasnya.
Namun GBT hari ini, sambung Ardhi, dikenal juga dengan Super Blood Moon. “Hal ini karena terjadi saat bulan di Perigee. Yakni Bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi,” tandasnya.
Ardhi kemudian menjelaskan fase-fase (proses) Gerhana Bulan Total yang akan terjadi 26 Mei 2021, sebagai berikut:
1. Fase (P1), awal Gerhana Bulan mulai pukul; 15.46.12 WIB, 16.46.12 Wita, 17.46.12 WIT yang melintas memotong Papua bagian tengah, sehingga pengamat di Provinsi Papua dapat menyaksikan seluruh proses terjadinya Gerhana Bulan Total ini.
2. Fase (U1) Gerhana Bulan Sebagian mulai pukul; 16.44.38 WIB , 17.44.38 Wita, 18.44.38 WIT, melintas memotong Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga pengamat di wilayah Indonesia Timur, Pulau Sulawesi bagian timur dan Nusa Tenggara Timur dapat menyaksikan kejadian ini.
3. Fase (U2) Gerhana Bulan Total mulai masuk pukul 18.09.21 WIB, 19.09.21 Wita, 20.09.21 WIT melintas memotong Provinsi Riau dan Sumatera Barat, sehingga seluruh pengamat di Indonesia dapat mengamati awal fase totalitas ini, kecuali di sebagian Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
4. Fase Puncak Gerhana Bulan terjadi pukul; 18.18.43 WIB, 19.18.43 Wita, 20.18.43 WIT, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di sebagian kecil Riau, sebagian Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. (tim)
