Sarwon Al Khan (dok/lakeynews.com)

CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu *)

.

SESUNGGUHNYA ada banyak hal yang perlu diketahui terkait perekrutan calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Termasuk kegiatan yang sedang berlangsung untuk tahun 2021.

Rekrutmen calon anggota Paskibraka, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional, memiliki dasar dan landasan, maksud dan tujuan yang jelas.

Nah, untuk tahun ini, rekrutmen Paskibraka (mulai tingkat daerah sampai tingkat nasional) diwajibkan melalui tahapan seleksi program Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP).

Hal tersebut merupakan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2021 dan Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila pada Generasi Muda Melalui Program Pasukan Pengibar Bendera.

Presiden memberikan mandat dan tanggung jawab atas peraturan tersebut kepada BPIP. Yakni untuk melaksanakan PIP pada tahapan rekrutmen dan seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, pengukuhan dan Duta Pancasila.

Sebagaimana pernah ditegaskan Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Dr. Rima Agristina, SE, MM, bahwa pemahaman nilai-nilai Pancasila sangat penting pada generasi muda. Karena itu, PIP dilaksanakan dalam pembentukan Paskibra mulai tahun ini (2021).

“Mengingat pentingnya penguatan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda, maka pembinaan ideologi Pancasila dilaksanakan mulai tahun ini,” papar Rima sebagaimana dilansir bpip.go.id.

Program tersebut diharapkan dapat menyiapkan putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan yang memahami Pancasila. Mulai dari calon pemimpin di daerah, provinsi hingga calon pemimpin nasional.

Memahami Pancasila dimaksud, mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai laku hidup sehari-hari dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

Jadi, ketika ada suatu daerah yang tidak melaksanakan seleksi calon anggota Paskibraka, maka daerah tersebut seolah-olah menolak Pendidikan Ideologi Pancasila (PIP) bagi generasi penerus bangsa ini. Seolah-olah tidak ingin ikut menyiapkan generasi dan calon pemimpin bangsa yang benar-benar paham tentang Pancasila.

Salah satu momen kegiatan seleksi calon anggota Paskibraka tahun 2021. (ist/lakeynews.com)

Untuk diketahui, pada tahapan rekrutmen dan seleksi calon anggota Paskibraka tahun ini, BPIP melaksanakan tes tertulis secara Daring melalui aplikasi Perisai BPIP.

Tes tersebut telah dilaksanakan kepada hampir 1000 calon Paskibraka di sejumlah daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Pemerintah daerah perlu tahu dan patut sadar bahwa pemerintah pusat telah menegaskan, bahwa Pembinaan Ideologi Pancasila akan terus berlangsung di kabupaten/kota dan provinsi (yang belum) hingga terbentuknya Paskibraka tingkat Nasional.

Bahkan, kita berharap dan terus mendorong agar program Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi program pembinaan generasi muda yang semakin lengkap, utuh dan memiliki performa fisik baik serta berkarakter Pancasila. Dengan demikian, Paskibraka tidak hanya identik dengan performa fisik (jasmani) tetapi juga karakter dan mental.

Hal itu senada dengan harapan Sekjen Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Eris Anwar Firdaus. “Pascabertugas atau Purna Paskibraka, juga dapat mewujudkan nilai Pancasila sebagai tindakan nyata untuk diri dan lingkungannya,” paparnya.

Patut diakui, adanya Perpres 13/2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila pada Generasi Muda Melalui Program Pasukan Pengibar Bendera, memperkuat dan mendorong percepatan pelaksanaan PIP. Pelaksanaan Perpres tersebut menciptakan proses yang massif menjangkau provinsi sampai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Di akhir tulisan ini, penulis mengingatkan para pihak yang diamanahkan (oleh negara dan rakyat) sebagai penyelenggara pemerintahan di daerah (kabupaten/kota dan provinsi), agar lebih berhati-hati mengambil sikap yang kurang populis.

Pertimbangkan dengan baik dan matang. Idealnya, hindari langkah yang dikhawatirkan justru dapat menciderai profesionalisme dan integritas kepemerintahaan.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Wallahu’alam bissawab. (*)

*) Penulis adalah Pegiat Pers di NTB.