Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani membacakan amanat Mendikbud dan Ristek RI Nadiem Makarim pada peringatan Hardiknas 2021, Senin (3/5). (feri/lakeynews.com)

(Kerja Sama Dinas Kominfotik Kabupaten Dompu dengan Lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Senin (3/5).

Upacara di Aula Pendopo ini berlangsung sederhana dan khidmat. Hadir Wakil Bupati (Wabup) Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT, Pj. Sekda Dompu H. Moh. Syai’un HAZ, SH, MH, Staf Ahli Bupati, Forkopimda, para Kepala SD Se-Kecamatan Dompu dan Woja.

Pantauan Lakeynews.com, upacara ini dimulai pukul 09.10 Wita, berlangsung tertib dan diperketat protokol Covid-19. Para peserta upacara, terlihat menggunakan masker, kemudian dianjurkan untuk mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya satu persatu oleh petugas di pintu masuk.

Upacara ini diawali dengan laporan pembina upacara kepada pemimpin upacara. Terus, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta dipimpin Bupati.

Selanjutnya, pembacaan Pancasila dan pembacaan UUD oleh Ketua PGRI Dompu Muhammad Asyrul Riady, S.Pd, Kemudian, pembacaan korps kepegawaian yang dipandu Guru MAN 1 Dompu Kharil Anwar, S.Pd.

Sebelum kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Muhammad Ihsan, S.PdI, terlebih dulu Bupati AKJ membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud dan Ristek) RI Nadiem Makarim.

Peserta upacara peringatan Hardiknas 2021, di Aula Pendopo Bupati Dompu, Senin (3/5). (feri/lakeynews.com)

Antara lain, Mendikbud ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri.

“Mendikbud dan Ristek ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar,” kata Nadiem dibacakan AKJ.

Sedikitnya, ada empat upaya perbaikan yang terus dilakukan Kemendikbud-Ristek bersama berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, pendanaan dan pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat dan budaya. Dan, keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen.

“Sejak saya menjabat sampai dengan saat ini, termasuk pada masa pandemi, sepuluh episode Merdeka Belajar telah diluncurkan dan masih banyak lagi terobosan Merdeka Belajar yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan. (fm/ady/adv)