SUASANA SANTAI: Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud NTB Ach. Fairuz Abadi, SH alias Abu Macel (kanan), saat ditemui Lakeynews.com di kediamannya, Kota Mataram. (khan/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Minggu (2/5) malam ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan buku ”Merawat Pendidikan Ditengah Pandemi Covid-19”.

Peluncuran buku tersebut akan dilakukan Kadis Dikbud Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, dalam acara Malam Anugerah Istimewa Sekolah 2021 (AISO ’21), di Gedung Dikbud Provinsi NTB.

Informasi tersebut disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Ach. Fairuz Abadi, SH, saat ditemui Lakeynews.com di kediamannya, Kota Mataram.

Pria yang akrab disapa Abu Macel mengatakan, buku tersebut mengisahkan perjalanan Dinas Dikbud dalam mengawal dan merawat pendidikan ditengah pandemi Covid-19 sejak tahun lalu. Mulai dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pertama dan kedua.

Buku itu, menurutnya, mengupas upaya-upaya yang dilakukan Dikbud dalam merawat pendidikan selama pandemi. Yaitu dengan menggunakan konsep 4P; Profesi, Penampilan, Pelayanan dan Prestasi.

“Konsep 4P itu disebar di seluruh sekolah. Profil digunakan untuk meningkatkan biodata sekolah secara online,” kata Abu Macel yang mantan Kabid IKP Dinas Kominfotik NTB ini.

Sedangkan untuk penampilan, merupakan upaya untuk menambah tampilan fisik sekolah. Misalnya, membuat taman literasi dengan konsep zero waste. “Ini agar anak-anak merasa senang dan nyaman datang ke sekolah,” jelasnya.

Kemudian, meningkatkan pelayanan setiap sekolah selama masa pandemi. “Juga meningkatkan kualitas siswa dan guru agar prestasinya juga meningkat,” lanjutnya.

Selain menggunakan konsep formal 4P, dalam buku tersebut menjelaskan pengalaman pihak Dinas Dikbud turun ke setiap sekolah di NTB. Seperti mengadakan program belajar dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring).

“Bagi siswa yang tidak memiliki akses jaringan, diadakan program guru kunjung dan guru tamu. Kemudian menerapakan sekolah tatap muka secara terbatas,” jelas Abu Macel.

Lebih jauh Abu Macel menjelaskan, program tersebut dilaksanakan sejak H. Aidy Furqan dilantik sebagai Kadis Dikbud NTB. “Lalu program itu semakin terasa saat diterapakan pada masa pandemi Covid-19,” paparnya. (zar)