Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menjadi pembicara dalam Webinar Menulis Esai “Kiprah Kartini Perempuan Milenial” yang digelar IGI NTB, Kamis (29/4). (ist/lakeynews.com)

Fairuz “Abu Macel”: Perempuan Bisa Beradaptasi di Setiap Zaman

MATARAM, Lakeynews.com – Perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Barat harus mengedepankan budaya literasi. Sebagaimana dicontohkan Raden Adjeng Kartini ratusan tahun lalu. Terlebih di tengah era milenial dan pandemi Covid-19 saat ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Menulis Esai “Kiprah Kartini Perempuan Milenial” yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Kamis (29/4).

“Bagaimana Kartini dari kecil rajin membaca buku dan menulis, membuatnya kaya akan literasi. Harus kita contoh,” imbuh Bunda Niken, sapaan akrabnya.

Bunda Niken lebih jauh menjelaskan, budaya membaca dan menulis yang diwariskan Kartini harus juga dibudayakan perempuan itu sendiri kepada anak dan keluarganya. Perempuan merupakan sekolah pertama di rumah, maka, terus belajar dan mengajar adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang perempuan.

Menulis, lanjutnya, dapat membantu mengungkapkan ide, gagasan, dan cita-citan setiap orang. Dengan begitu, dapat membantu setiap orang –khususnya perempuan– menyalurkan kegelisahan di era milenial dan pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud NTB Ach. Fairuz Abadi, SH alias Fairuz “Abu Macel”. (ist/lakeynews.com)

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud NTB Ach. Fairuz Abadi, SH yang juga menjadi pembicara pada kesempatan itu menyampaikan beberapa hal.

Katanya, “kiprah” dalam tema besar webinar “Kiprah Kartini Perempuan Milenial” dapat diartikan sebagai sebuah ikhtiar. Ikhtiar dimana perempuan terus berusaha untuk memberikan perannya.

“Perempuan selalu bisa beradaptasi pada setiap zamannya,” papar pria yang tersohor dengan sapaan Fairuz Abu Macel ini.

Mantan Kabid IKP Diskominfotik NTB tersebut menjelaskan, perempuan adalah makhluk yang paling bisa beradaptasi di setiap zaman. Bahkan di zaman milenial dan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, perannya tidak perlu diragukan lagi.

“Perempuan bisa berperan di mana saja. Baik di rumah, di tempat kerja maupun di lingkungan masyarakat. Hal yang patut dicontoh dan dihargai dengan sepenuh hati,” imbuh Fairuz. (tim)