Aksi pemblokiran jalan lintas Dompu – Sumbawa oleh puluhan warga Kelurahan Kandai Dua  di pertigaan depan Masjid Khusurul Jannah. (ist/lakeynews.com)

Terkait Aksi Blokir Jalan oleh Petani karena Harga Gabah Anjlok Lagi

.

DOMPU, Lakeynews.com – Perum Bulog angkat bicara menanggapi aksi pemblokiran jalan yang dilakukan sekelompok petani So Doro Cumpa, Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Jumat (9/4) malam.

Kepala Perum Bulog Cabang Bima – Dompu Sawaludin Susanto, mengatakan bersedia membeli gabah petani seharga Rp 4.200 per Kg. “Tetapi dengan syarat kadar air (KA) maksimal 25 persen, hampa minimal 10 persen dan tidak rusak,” katanya, Sabtu (10/4).

Dikatakannya, faktanya sebagian gabah milik petani sudah menghitam dan ada yang sudah mengakar. “Hal itu disebabkan karena cuaca yang tidak bersahabat dan petani memanen gabah tidak tepat waktu,” jelas Antok, sapaan akrabnya.

Sementara soal Tim Bulog yang akan turun membeli langsung ke petani. “Tim kami juga turun membeli gabah petani, tetapi karena personel terbatas tidak mampu menjangkau semua wilayah. Kalau mau, silakan petani di Woja untuk bawa sendiri gabahnya di Gudang Dryer Bara, dengan sewa sendiri mobilnya,” tegasnya.

“Nanti timbang di sana, ada jembatan timbang. Berapapun banyak gabahnya, kita pasti bayar, yang penting gabahnya tidak rusak,” sambungnya.

Kepala Perum Bulog Cabang Bima-Dompu Sawaludin Susanto. (ist/lakeynews.com)

Sebelumnya, puluhan petani So Doro Cumpa melakukan aksi pemblokiran jalan lantaran kecewa pada Perum Bulog. Mereka menilai Perum Bulog Bima-Dompu sudah melanggar kesepakatan bersama dengan Pemkab Dompu.

“Kesepakatannya kan harga jual dan beli gabah Rp 4.200 per kilogram (Kg), namun nyatanya saat ini hanya  Rp. 3.500 per Kg,” ungkap salah seorang warga, Syafrudin.

Pada kesepakatan awal, Perum Bulog berjanji akan ada tim yang turun langsung membeli gabah petani. Kenyataannya tidak ada. “Mana tim itu? Saat ini, yang berkeliarankan hanya tengkulak dengan harga semau mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Kelurahan Kandai Dua Sertu Agus Salim, menjelaskan, dari pengakuan para petani mereka kecewa gabah padi mereka dibeli dengan harga Rp. 3.850 per Kg. “Sementara, kesepakatan awal harganya Rp. 4.200 per Kg,” katanya.

“Para petani menuntut dan meminta kepada Bulog untuk menurunkan tim dan harga sesuai dengan kesepakatan awal. Hanya itu keinginan mereka,” tegasnya.

Agus menceritakan, saat terjadi blokade jalan, dirinya bersama Bhabinkamtibmas dan pihak terkait lain melakukan negosiasi dengan warga agar membuka kembali jalan.

“Negosiasinya panjang dan cukup alot. Alhamdulillah, mereka akhirnya menerima dengan baik apa yang kami sampaikan. Blokade jalan dibuka kembali oleh mereka dan dibantu kami,” paparnya. (ady)