
DOMPU, Lakeynews.com – Dampak Pandemi Covid-19 kini dirasakan beberapa sekolah di Kabupaten Dompu dan berdampak pada pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (AS) Tahun 2020/2021.
Salah satunya terjadi di SMP PGRI Kambu, Kecamatan Kilo. Kepala sekolah setempat Sirajudin, S.Pd, mengakui pada pelaksanaan ujian akhir siswa kelas sembilan ini terkesan terpaksa.
”Tidak ada kesiapan mulai dari sekolah hingga siswa. Karena, jujur saja, saat ini kami terkendala anggaran operasional,” katanya pada Lakeynews.com, Sabtu (3/4).
Dikatakannya, sejak persiapan hingga pelaksanaan ujian banyak kendala yang dihadapi. ”Kami benar-benar kelabakan, dari pembuatan soal, penggadaan dan kebutuhan panitia,” jelasnya.
Menurutnya, kendala itu karena kondisi keuangan sekolah yang minim dan masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
“Pelaksanaan ujiannya mendadak. Awalnya kami siapkan Asesmen Nasional untuk kelas delapan. Namun, tiba-tiba keluar ketetapan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN),” beber pria yang belum genap setahun menjabat Kasek ini.
Sehingga, lanjut Sirajudin, penganggarannya tidak disiapkan lebih awal. ”Terpaksa kami cari pinjaman. Nanti kami bayar setelah cair dana BOS. Tapi, toh hingga hari ini belum kunjung cair juga,” tandasnya pesimis.
Meski demikian, pelaksanaan ujian secara umum berjalan lancar. “Alhamdulillah, mulai dari kehadiran siswa dan semua kesulitan itu bisa kami lalui, sehingga ujiannya berjalan sesuai SOP,” jelas Kasek ini.
Pihaknya juga menyiapkan kebutuhan sarana dan pendukung lain, seperti kebutuhan protokol kesehatan (Prokes). ”SOP-nya kan harus memenuhi Prokes dan berstandar nasional,” tandasnya.
”Jadi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), hand sanitizer dan operasional Satgas Covid-19 (sekolah) juga ditanggung,” tutur mantan bendahara SMPN Satap Kilo ini. (ady)
