Manajer PT. Sukses Mantap Sejahtera (alm) Djoko Waluyo, semasa hidupnya dikenal sangat baik. (ist/lakeynews.com)

Muhary: Beliau Terindikasi DBD, Dikenal Sangat Baik

.

DOMPU, Lakeynews.com – Berita duka datang dari PT. Sukses Mantap Sejahtera (PT. SMS). Djoko Waluyo, manajer perusahaan tebu yang beroperasi di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB itu meninggal dunia, Rabu (31/3) pagi tadi.

“Benar Pak Djoko Waluyo meninggal di Rumah Sakit Siloam Mataram, sekitar pukul 10.15 Wita,” kata Manager Media and External Relations PT. SMS Muhammad Haryanto pada Lakeynews.com, Rabu sore ini.

Menurutnya, almarhum sempat dirawat di Rusah Sakit (RS) Pratama Manggelewa pada 19 Maret lalu. Keesokan harinya, 20 Maret dilarikan ke Mataram. Lalu, tiba di RS Siloam saat waktu Subuh pada 21 Maret.

“Mulai saat itulah beliau (almarhum, red) mulai dirawat di RS Siloam,” jelas pria santun yang akrab disapa Muhary ini.

Ditanya jenis penyakit atau penyebab meninggalnya Djoko Waluyo, Muhary mengatakan, berindikasi  demam berdarah dengue (DBD). “Beliau terindikasi DBD ketika (dirawat) di Manggelewa,” paparnya.

Sejak beberapa jam terakhir, beradar informasi bahwa almarhum meninggal karena Covid. “Nah, kalau itu saya nggak tahu. Yang saya tahu, beliau terindikasi DBD,” tegas Muhary.

Kapan dan di mana rencana pemakaman jenazah almarhum?

Wartawan senior yang pernah berkarir di beberapa media massa di Indonesia ini mengatakan, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Jepara. “Rencananya, jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Jepara,” jawab Muhary.

Muhary dan keluarga besar PT. SMS merasa sangat kehilangan sosok Djoko Waluyo. “Beliau adalah person yang luar biasa, santun dan baik kepada semua orang,” ungkapnya.

Di matanya, almarhum merupakan sosok pemimpin yang senantiasa dan selalu memimpin dengan hati. “Tidak hanya kami di area perusahaan. Beliau juga dikenal luas di kalangan warga Pekat, terutama Desa Doropeti dan Soritatanga,” tutur Muhary menguraikan kepribadian luar biasa almarhum.

Bagaimana situasi kerja di PT. SMS pascameninggalnya sang manajer?

“Produksi tetap berjalan dengan baik. Namun, kami melaksanakan Salat Gaib pukul 02.00 Wita, dilanjutkan dengan Yasinan,” papar Muhary lagi. (won)