Suasana di luar kelas SMA PGRI Dompu. (feri/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA PGRI Dompu saat ini berjalan secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan), dengan tetap memperketat protokol Covid-19.

Kepala SMA PGRI Dompu Muhammad Fadli, S.Pd, menjelaskan, pelaksanaan KBM daring menerapkan sistem belajar menggunakan aplikasi WhatsApp. “Metode pembelajaran ini khusus untuk siswa Kelas X dan Kelas XI yang memiliki smartphone,” katanya pada Lakeynews.com di ruang kerjanya, Senin  (29/3).

Dikatakannya, untuk mempermudah siswa dan guru, pihaknya telah membuatkan WA grup. “Kami telah buatkan ruang belajar online antara siswa dan guru di WA,” jelasnya.

Lebih lanjut Fadli menuturkan, untuk KBM luring berlaku bagi siswa Kelas X dan XI yang tidak memiliki smartphone. “Kami telah membentuk kelompok belajar di setiap rumah siswa. Jadi setiap pukul 08.00 Wita, ada guru yang diutus untuk melakukan kunjungan. Sesuai jadwal dan kompetensi mata pelajaran yang diajarkan,” bebernya.

Tak hanya itu, dia menjelaskan, KBM luring juga diberlakukan bagi 36 siswa kelas XII. “Bedanya, khusus kelas ini dilaksanakan langsung secara terbatas di sekolah, setiap hari selama seminggu,” ujarnya.

Kepala SMA PGRI Dompu Muhammad Fadli, S.Pd ketika ditemui Lakeynews.com di ruang kerjanya. (feri/lakeynews.com)

Fadli menceritakan, diawal penerapan bulan Januari hingga Maret 2021, KBM secara daring maupun luring berjalan lancar, meski terdapat beberapa kendala. “KBM daring terhambat gangguan jaringan dimusim penghujan,” jelas Kasek.

Meski menerapkan, pembelajaran daring dan luring. Fadli menuturkan, setiap pagi, panitia akan menunggu di pintu gerbang dan memeriksa suhu badan para siswa. Juga diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan.

“Tidak hanya itu, untuk mencegah penularan Covid-19, para siswa dibagi dua ruangan. Satu ruangan menampung 18 orang, dengan masing-masing bangku berjarak satu meter,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat ini juga dilakukan bagi para siswa peserta Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), 15-22 Maret lalu.

“Alhamdulillah, USBN sesuai rencana berjalan lancar dan tertib tanpa hambatan,” jelas Fadli.

Kasek mengaku, secara keseluruhan, KBM dan USBN secara keseluruhan berjalan lancar, meski minat belajar siswa dan tingkat kehadirannya kurang.

“Namun sudah teratasi dengan mengutus guru Bimbingan Konseling (BK) ke wali murid,” terangnya. (fm)