

Berikut Kronologis Kejadiannya
.
KENAPA bisa ada aliran listrik pada tiang stainless (stenlis) yang menyengat dan menewaskan dua honorer Dikes Kabupaten Dompu, Rasul (35) dan Aris Satria Utomo (24), Kamis (19/3) malam?
Pertanyaan besar publik sejak tadi malam hingga Jumat (19/3) malam ini tersebut, akhirnya terjawab sudah. Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Iven Roland Christofel, mengungkapkan hasil kerja timnya seharian.
“Ada salah satu kabel lampu rumah (kabel balon listrik) yang nyangkut di atas kanopi,” kata Ivan pada Lakeynews.com, malam ini.
Pama Polri dengan dua balok kuning itu menjelaskan, rumah itu sudah cukup lama tidak ditempati. Dan, baru beberapa hari terakhir ditempati.
Si penghuni rumah tidak menyadari ada kabel balon listrik yang nyangkut di atas kanopi itu. Dari kabel tersebut, semua atap dan tiang-tiang yang terbuat dari besi dan stenlis teraliri listrik.

Saat kejadian tadi malam, kuat dugaan salah satu tiang disenggol korban pertama, Rasul. “Sehingga tersengat. Korban (Rasul) sempat berteriak,” kata Ivan.
Mendengar teriakan itu, korban kedua, Aris Satria Utomo bergegas keluar. “Niatnya untuk membantu Rasul. Ternyata dia tersengat juga,” papar sosok polisi yang dikenal low profile itu.
Kedua korban, lanjut Ivan, sempat dilarikan ke RSUD Dompu sebagai upaya pertolongan. Namun, Tuhan berkehendak lain. “Nyawa kedua korban tidak tertolong lagi,” tutur pria energik ini.
.
Kronologis Kejadian
Diketahui, kedua korban merupakan warga Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu. Rasul sebagai penjaga kantor Dikes, sedangkan Aris sebagai staf.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi di depan rumah tinggal plus rumah makan. Yakni Rumah Makan Karunia Lombok, di Jalan Udang Nomor 4 Kelurahan Bali, persis depan Kantor Dinas Kesehatan Dompu.

Sekitar pukul 23.15 Wita, pertama kali menimpa Rasul yang ditemukan telentang dan menempel di tiang dan pagar rumah yang terbuat dari besi.
“Aris datang untuk mencoba menyelamatkan. Nahas, dia juga ikut tersengat arus listrik,” ungkap Paur Subbag Humas Polres Aiptu Hujaifah, mengutip pengakuan keluarga (bibi) korban Aris, Wati Kurniati.
Namun, sebelum Wati keluar, juga sempat mendengar suara yang sama dari Aris. Karena itu, dia memanggil Ahmad Awahab, ayah korban Aris untuk sama-sama melihat situasi di luar.
Wati dan Ahmad kaget melihat, Aris tergeletak di samping pagar rumah dan Rasul menempel di pagar/tiang rumah yang terbuat dari besi itu.
Kontan saja keduanya berteriak histeris, memanggil dan meminta pertolongan. Tak lama kemudian warga sekitar berdatangan.

Sekitar pukul 23.45 Wita, warga berusaha mengevakuasi korban Aris ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa Aris sudah tidak tertolong.
Sekitar pukul 23.55 Wita, jasad korban Rasul baru bisa dievakuasi, setelah petugas PLN tiba di lokasi untuk mematikan arus listrik.
“Meski Rasul dinyatakan meninggal di tempat usai olah TKP, petugas tetap membawa jasadnya ke RSUD untuk divisum,” jelas Hujaifah.
Sekitar pukul 01.00 Wita, setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah kedua korban dipulangkan ke rumah duka masing-masing untuk disemayamkan dan telah makamkan di TPU Kelurahan Bali, Jumat siang. (sarwon al khan)
