
DOMPU, Lakeynews.com – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) Tahun Ajaran (TA) 2020/2021, sebagian sekolah di Kabupaten Dompu sudah ada yang menggunakan kecanggihan teknologi.
SMAN 2 Dompu dan SMKN 1 Pekat, antara lain, sekolah yang menggelar USBN dengan smartphone android.
Pantauan Lakeynews.com, para peserta USBN tampak serius mengerjakan dan menjawab soal-soal ujian melalui ponselnya masing-masing.
“Tahun ini, SMAN 2 Dompu ada 189 siswa yang akan mengikuti ujian. Kemudian, dibagi 16 per ruangan,” kata Kepala SMAN 2 Dompu Drs, Nuryadin saat ditemui Lakeynews.com di ruangannya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian kali ini, pihaknya menggunakan sistem komputer berbasis android sebagai pengganti lembar soal ujian. “Untuk format soal sudah kami sepakati bersama guru saat rapat, yakni pilihan ganda,” terangnya.
Ia memastikan, meski kali pertama dilaksanakan secara umum pelaksanaannya lancar. “Meski terdapat sedikit gangguan jaringan. Namun, berkat kerja sama panitia semuanya dapat teratasi,” ujarnya.
Selama di ruangan, katanya, siswa dan guru pengawas diperketat protokol kesehatannya. “Para siswa dan pengawas tetap diukur suhu badannya, dianjurkan cuci tangan, berjaga jarak dan memakai masker juga face shield,” tegasnya.

Hal yang sama terjadi di SMKN 1 Pekat. Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Pekat itupun untuk kali pertamanya menggelar USBN dengan smartphone android.
Kepala SMKN 1 Pekat Aidul Akbar, S.Pd, menjelaskan, siswa-siswinya mengerjakan soal ujian memakai smartphone berbasis android atau iOS.
Dikatakannya, secara teknis ujian kali ini tak memiliki perbedaan mencolok dengan ujian konvensional lainnya. Namun yang membedakan hanya media yang digunakan untuk mengerjakan soalnya saja.
“Berbekal keinginan mencoba dan memudahkan siswa, kami menggagas ujian ini dengan memanfaat kecanggihan teknologi dewasa ini,” kata Kasek.
Lebih lanjut ia memaparkan, tidak semua siswanya memiliki smartphone android memenuhi spesifikasinya. Karenanya, pihak sekolah menyediakan sarana laptop untuk siswa yang tidak memilik android. “Sebelumnya, para peserta ujian ini telah dilakukan try out (latihan) rutin,” jelasnya.
Siswa yang mengikuti USBN tahun ini, tambah pria asal Kecamatan Kilo ini, sebanyak 113 orang. “Kami siapkan dua ruangan ujian. Per ruangan berisi 18 siswa, serta kita gunakan shift pagi, siang dan sore,” paparnya.
Bak gayung bersambut, para siswa terlihat sangat bersemangat mengerjakan soal pilihan ganda itu dengan mengklik. Tentu hal ini dirasa sangat membantu, terlebih siswa tak perlu lagi repot-repot menyiapkan alat tulis seperti Pensil 2b, penggaris dan penghapus. (ady/fm)
