
DOMPU, Lakeynews.com – Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT, meminta agar warga masyarakat tidak menanam jagung di daerah wilayah pengairan dan bantaran sungai. “Wilayah irigasi dan pengairan itu masuk zona merah, karenanya harus dilindungi dan ditanami pohon,” katanya saat acara Gerakan menanam 1000 yang digelar YHC Dompu di area Waduk Rora Besar, Desa Kramabura, Minggu (14/3).
Tidak hanya itu, Mantan Pejabat PUPR Provinsi NTB ini, meminta kepada juru pengairan untuk memperketat penjagaan areal dan tetap menjaga kelestarian hutan. “Juru pengairan itu harus memastikan keamanan, kenyamanan dan kelestarian alam di sekit wilayah irigasi tempatnya bertugas,” tegasnya.
Hal yang sama pun disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Albuhairum, M.Si. Ia menilai, harusnya di lokasi penanaman pohon seperti wilayah Waduk Rora Besar ini sudah masuk kategori zona merah.
“Mengingat kemiringan tanah sudah masuk 45 persen, terutama di sekitar bendungan. Terlihat dari sedimen Waduk ini sudah turun, karena tidak ada pohon yang menahan air,” ujarnya pada Lakeynews.com di sela-sela kegiatan penanaman 1000 pohon tersebut.
Oleh karenanya, dirinya berharap jangan lagi ada penebangan liar di wilayah pengairan, mata air dan bantaran sungai. “Boleh saja menanam apa saja. Asal dibuatkan jarak di pinggir sungai dan menjamin pohon-pohon kayu tetap ada,” pintanya.
Terpisah, Ketua TP-PKK Dompu Hj. Lilis Suryani menuturkan, saat ini penting untuk menumbuh kembangkan semangat generasi untuk mencintai alam, peduli lingkungan dan peka akan bencana.
Menurutnya, dengan kesadaran holistik. Maka, bencana banjir Hu’u pada masa depan tidak akan terjadi lagi. “Cukup dijadikan pelajaran, jangan sampai kita mengalami hal yang sama. Terutama generasi-generasi masa depan daerah ini,” harapnya.
Oleh sebab itu, solusinya. Katan Umi Lili Bolly sapaan akrabnya, Ya, dengan melakukan reboisasi penanaman kembali kawasan hutan, kawasan pengairan dan sumber mata air yang telah dibabat pohon-pohonnya. “Ayo kita wujudkan Dompu yang Mashyur dengan melestarikan hutan dan lingkungan hidup yang sehat,” ajaknya. (ady/fm)
