Sampel kerusakan rumah dan lahan pertanian warga yang rusak diterjang banjir bandang di tiga desa wilayah Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Serta, tim BPBD Dompu menyalurkan bantuan. (ist/lakeynews.com)

Terjun ke Lokasi, Tim Gabungan Bantu Warga Bersih-bersih

DOMPU, Lakeynews.com – Banjir bandang yang melanda tiga desa di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Minggu malam (27/2), meluluhlantahkan pemukiman warga dan fasilitas umum dan merusak puluhan hektare lahan pertanian.

Banjir bandang ini menghantam Desa Daha, Rasabou dan Marada. Akibatnya, 36 rumah hanyut dan 443 rumah lainnya rusak berat.

“Selain itu, satu masjid rusak pagar, lebih kurang 50 hektare lahan pertanian rusak dan 50 meter saluran irigasi rusak berat,” jelas Kalak BPBD Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si.

Meski peristiwa ini mengejutkan banyak pihak karena terjadi saat warga tertidur pulas pukul 01.30 Wita, tidak ada korban jiwa.

“Hanya rumah, lahan pertanian, fasilitas umum dan beberapa kendaraan saja yang diterjang banjir,” papar Jufri.

Penyebab banjir, lanjut Jufri, telah diidentifikasi oleh timnya di lapangan. Dengan kondisi tingginya intensitas hujan, banyak lahan tandus akibat penebangan liar sehingga mengurangi penyerapan air tanah di sungai.

“Sungai di sana terjadi penumpukan sampah, sehingga terjadi sedimentasi di area aliran sungai, pendangkalan dan penyumbatan aliran air,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan penanganan awal korban terdampak banjir dengan pendistribusian logistik serta penyaluran air bersih.

Selain itu, bersama tim gabungan dari unsur Kepolisian, TNI dan pihak terkait lainnya terus berkoordinasi terkait tindakan penanganan lebih lanjut dan terjun ke lokasi.

Sementara itu, mendapat informasi kejadian Kapolsek Hu’u IPDA M. Norkurniawan bersama personelnya, Koramil Hu’u beserta anggota dan warga, turun ke lapangan. Mereka bersama-sama membantu warga membereskan sisa-sisa barang berserakan dan pembenahan lainnya.

“Termasuk reruntuhan rumah yang hancur akibat hantaman keganasan banjir kali ini,” kata Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah.

Tim gabungan TNI-Polri bersama warga melakukan bersih-bersih di wilayah terdampak banjir. (ist/lakeynews.com)

Dijelaskan Hujaifah, banjir terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (27/2) malam, pukul 23.00 Wita sampai Minggu (28/2) pukul 05.00 Wita.

“Air hujan dari beberapa anak sungai di atas Gunung meluap ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Induk Sungai Sori Rewa. Kemudian meluap ke perkampungan warga di tiga desa ini,” paparnya.

“Akibatnya ratusan rumah di tiga desa dengan kondisi kerusakan cukup parah,” sambung Hujaifah.

Berikut rincian data kerusakan di tiga desa akibat banjir tersebut;

  • Desa Daha: 36 rumah hanyut, 443 rumah rusak berat, pagar Masjid Miftahul Jannah roboh dan mengalami kerusakan berat.
    Di samping itu, terdapat satu unit mobil Pick Up, 15 unit sepeda motor, enam ekor Sapi, lima ekor Kerbau dan puluhan ternak Kambing dan lainnya ikut terbawa banjir. Ditambah lagi, lahan seluas 50 hektare rusak dan terancam gagal panen.
  • Desa Rasabou, terdapat lima unit rumah rusak berat.
  • Desa Marada, sebanyak 9 unit rumah rusak berat dan 2 unit hanyut terbawa banjir. (tim)