Anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin, S.Sos. (ist/lakeynews.com)

Rafidin: Biasanya, Itu Dilakukan Politisi Berotak Kotor

BIMA, Lakeynews.com – Tidak hanya di Pilkada Dompu yang diyakini akan terjadi politik uang (money politics). Aroma politik uang juga mulai tercium di momentum Pilkada Kabupaten Bima.

Aroma money politics itu juga diendus anggota DPRD Bima Rafidin, S.Sos. “Money politics adalah sebuah kejahatan. Kejahatan demokrasi,” tegasnya pada Lakeynews.com, Rabu (7/10) malam ini.

Hal itu, menurutnya, dirancang secara masif terutama oleh Paslon Bupati/Wabup tertentu. Tujuannya, merusak tatanan demokrasi di tengah kehidupan rakyat yang mestinya diajarkan cara berdemokrasi yang bersih.

“Paslon yang suka bermain uang (politik uang) untuk meraih dukungan, biasanya dilakukan politisi berotak kotor,” tegas duta rakyat utusan PAN Dapil Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora ini.

Mereka, lanjutnya, hendak berkuasa untuk mencari harta yang haram dari APBD. Tidak punya niat baik untuk membangun daerah dan menyejahterakan rakyat.

Karena itu, diharapkan kepada warga Kabupaten Bima agar tidak salah memilih pemimpin, bila tidak ingin daerah ini rusak di tangan pemimpin yang jahat pikirannya.

“Hati-hati juga karena banyak pemimpin di negeri ini yang hanya bisa mengumbar janji manis di rakyat tapi tidak memenuhinya. Itulah pemimpin munafik yang harus kita hindari dan tidak memilihnya,” tegasnya.

Yang paling penting, tambahnya, pilihlah pemimpin yang taat beribadah, santun, tidak otoriter, tidak serakah, tidak memperjualbelikan jabatan dan tidak mengambil fee proyek dari APBD.

Selain itu, diingatkan juga agar rakyat menjauhi calon pemimpin yang pintar mengeluarkan air mata palsu hanya untuk mendapatkan belas kasihan rakyat secara semu.

“Modus menangis sering digunakan oleh para politisi busuk, tidak punya visi misi yang jelas untuk membangun daerah ini,” tegas Rafidin. (zar)