Massa GPPMKP memrotes aktivitas penggilingan batu dan pasir PT. Dunia Mas di Dusun Nata Kehe, Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. (saudi/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Aktivitas penggilingan batu dan pasir sebagai bahan baku aspal yang dilakukan PT Dunia Mas di Dusun Nata Kehe, Desa Tembalae, Kecamatan Pajo diprotes.

Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pemuda Masyarakat Kecamatan Pajo (GPPMKP) melakukan demo di lokasi tersebut. Kegiatan perusahaan dinilai meresahkan masyarakat setempat. Terutama yang berkaitan dengan masalah analisis dampak lingkungan (Amdal).

Dalam orasinya, Korlap Aksi Syahrul mengungkapkan, selama melakukan aktivitas, perusahaan itu baru satu kali melakukan pemeriksaan kesehatan warga. “Harusnya perusahaan melakukan pengecekan kesehatan gratis setiap satu bulan sekali,” ungkapnya.

PT. Dunia Mas diminta memberikan beasiswa gratis bagi anak-anak di Dusun Nata Kehe yang merasakan langsung dampak dari aktivitas tersebut. Selain itu, perusahaan diharapkan memberdayakan masyarakat sebagai karyawan perusahaan.

“Perusahaan juga harus memanfaatkan mobil dam truk milik masyarakat Desa Tembalae untuk kebutuhan proyek,” katanya.

Selain itu, massa aksi menuntut supaya gaji karyawan PT. Dunia Mas sesuai Upah Minimum Provinsi. “Kami berharap adanya alokasi dana pemberdayaan khusus lingkungan perusahaan,” harapnya.

Menanggapi itu, PT. Dunia Mas melalui Penasehat Hukum (PH)-nya Nukman, SH di hadapan massa aksi menegaskan, hampir seluruh tuntutan masyarakat telah dipenuhi.

“Janji perusahaan memberikan pakaian seragam, perlengkapan alat sekolah dan melakukan pengobatan gratis sudah dilakukan,” tuturnya.

Sedangkan terkait tuntutan bantuan masjid di wilayah Desa Tembalae dan desa tetangga, serta masalah tenaga kerja dan penggunaan transportasi milik warga setempat, menurut Nukman, akan disampaikan kepada pimpinan perusahaan. (di)