Kondisi salah satu rumah warga pascaangin puting beliung,(ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Warga Kabupaten Dompu mengaku trauma dengan hujan deras disertai angin puting beliung (kencang) yang terjadi akhir-akhir ini. Kepanikan warga muncul ketika hujan turun mengguyur daerah Bumi Nggahi Rawi Pahu.

“Kami sangat takut, kalau hujan sudah turun. Sebab, hujan yang turun ini disertai angin puting beliung,” ungkap Sahrudin (52), warga Kecamatan Woja, saat diwawancarai Lakeynews.com, Kamis (12/12).

Menurutnya, peristiwa ini baru terjadi dan menjadi sejarah di Dompu. Sebab selama ini, jarang terjadi hujan disertai angin. “Entah apa yang terjadi saat ini. Mungkin kita sedang ditegur oleh alam,” kata Sahrudin.

Hujan angin, lanjutnya, tidak hanya membasahi bumi nggahi rawi pahu, tetapi juga menghantam rumah rumah warga. Bahkan menimbulkan korban luka-luka. “Ini musibah yang sangat dahsyat dan menimbulkan luka mendalam bagi para korban,” jelas Sahrudin, sembari menutup komentarnya.

Sebelumnya, dilansir Lakeynews.com, kerusakan rumah dan lainnya akibat hujan angin tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Woja. Tapi juga di Kecamatan Manggelewa, khususnya Desa Lanci Jaya dan Nusa Jaya.

Data terbaru yang diperoleh media ini, di Desa Lanci Jaya tercatat 173 rumah warga rusak. Ditambah SDN 12 Manggelewa, SMAN 2 Manggelewa, pasar Lanci Jaya dan Ponpes Fadilatul Islamiah, beberapa bagian bangunan juga rusak. Sedangkan di Desa Nusa Jaya, sebanyak 38 rumah rusak.

Hingga diberita ini diunggah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu belum melansir data kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat hujan angin daerah ini. (asm)