Kawasan Gunung Tambora ini adalah salah satu keindahan tiada tara yang dimiliki Kabupaten Dompu. (dok. edward/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kabupaten Dompu, NTB, memiliki seabrek potensi keindahan alam yang luar biasa. Sayangnya, potensi-potensi tersebut sejauh ini masih terabaikan.

Hal ini diungkap fotografer asal Dompu Edward yang sudah sekian tahun melalang buana memotret berbagai potensi di sejumlah penjuru kabupaten ini.

Pada media ini, Edward mengatakan, daerah Dompu memiliki sejuta keindahan alam. Rata-rata luar biasa. Hal itu berdasarkan hasil pemotretannya di wilayah Bumi Nggahi Rawi Pahu.

“Dompu ini ada banyak keindahan alam yang kesannya diabaikan,” ungkap Edward, Selasa (10/12).

Menurutnya, keindahan Dompu tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Sebut saja Gunung Tambora dan sejumlah pantai di Dompu yang terkenal dengan pasir putihnya.

Begitu juga dengan wilayah sekitar lokasi pemukiman warga. Seperti di Desa Krabura, Kecamatan Dompu. Ditempat itu menurut dia, seperti berada di dalam surga karena keindahan susunan sawah bertingkat. Ditambah dengan panorama pegunungan yang menjadi pelengkap indahnya lokasi tersebut.

“Dari beberapa foto keindahan alam di Dompu yang saya ambil, banyak yang menuai pujian dari senior-senior di kota lain. Bahkan hasilnya masuk kategori terpopuler, terutama foto pemandangan kawah Gunung Tambora,” jelas Edward.

Menurut Edward, profesi menjadi Fotografer itu adalah seni. Seni menciptakan sejarah, setiap bidikan kamera mengandung sejarah yang tidak bisa dinilai dengan rupiah.

Mungkin saja hari ini, kata dia, hasil foto tak memiliki nilai. Tetapi akan sangat bernilai pada masa datang jika masa-masa kini bisa diabadikan.

Fotografer asal Dompu Edward. (ist/lakeynews.com)

“Hari ini kita memotret alam yang subur, mungkin saja 10 tahun kemudian kita melihat alam ini sudah berubah jadi tandus. Dua sudut pandang berbeda dan tentunya ini adalah sejarah,” terangnya.

Ditambahkan Edward, karya seni tak bisa dinilai dengan materi. Berbicara hasil, itu urusan belakang. Yang penting kenangan (sejarah) tak bisa ada untuk saat ini. Bahkan ketika dapat dilihat dari sebuah karya itulah bentuk kepuasan tersendiri jika mampu dihadirkan kembali.

“Menurut saya, ini profesi gila yang dimana untuk mencapai maksimal sebuah pemotretan itu butuh biaya yang besar agar hasilnya memuaskan. Selain kamera besar, menggunakan kamera handphone juga bisa. Semua tergantung teknik pengambilan,” paparnya.

Edward menegaskan, beberapa komunitas fotografer di berbagai daerah sangat memuji keindahan Dompu. “Hanya masyarakat kita kurang menjaga kelestariannya,” tandasnya.

“Orang tidak akan mengenal Dompu jika kita tak mengabadikan melalui foto. Dengan hasil ini dapat mendekatkan yang jauh,” tandasnya. (asm)