
DOMPU, Lakeynews.com – Gerbong mutasi di jajaran Polres Dompu pun bergerak. Kali ini, empat perwira yang terkena mutasi. Yakni Kabag Ops, Kasat Lantas, Kapolsek Pajo dan Kapolsek Kempo. Sebelumnya, Polres Bima juga melakukan hal yang sama. Salah satu yang dimutasi Kapolsek Donggo.
Pagi tadi (9/9) dilakukan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) terhadap pejabat lama kepada pejabat baru Kabag Ops, Kasat Lantas, Kapolsek Pajo dan Kapolsek Kempo, di Lapangan Apel Polres Dompu.
Keempat perwira Polres Dompu yang dimutasi dan penggantinya itu, Kabag Ops AKP Putu Kardianto, SH, MH menempati jabatan baru sebagai Kasubag Renmin Bid. Propam Polda NTB. Selanjutnya jabatan yang ditinggal Putu diisi AKP Sari Mukmin, SH yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pringgabaya, Lombok Timur.
Kemudian Kasat Lantas AKP Raditya Suharta, SH, S.IK selanjutnya menjabat Kasat Lantas Polres Mataram. Jabatan yang ditinggalkannya dipegang IPTU Wayan Sukarsana, SH, yang sebelumnya menjabat Panit II Sat PJR Polda NTB.
Sedangkan Kapolsek Pajo IPTU I Made Sartika selanjutnya dipercaya sebagai Kapolsek Kempo. Kapolsek Pajo selanjutnya dijabat IPDA IKD Suadaya Atmaja yang sebelumnya sebagai Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Dompu.
“Sementara pejabat Kapolsek Kempo sebelumnya IPTU Yuliansyah dimutasi sebagai Kasubag Dal Ops Polres Dompu,” jelas Kabag Sumda Polres Dompu Kompol M. Jafar melalui Kasubbag Humas IPTU Sabri, SH.
Upacara Sertijab yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Dompu itu dipimpin Kapolres AKBP Erwin Suwondo, S.IK, M.IK. Dan, dihadiri sekitar 150 personel Polres Dompu.
Kegiatan Setijab ditandai dengan penanggalan dan pelepasan tanda jabatan kepada pejabat baru maupun lama, pengucapan sumpah bagi pejabat baru dan penandatanganan berita acara.
Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, mengingatkan segenap jajarannya tentang sorotan publik saat ini. “Tragedi Papua hanya dengan satu kata, namun sangat berdampak pada situasi nasional,” imbuhnya.
Dia menginstruksikan jajarannya, agar menghindari kata-kata yang dapat menciderai instansi Polri. “Kemarin di wilayah hukum Polres Lombok Timur dalam pelaksanaan operasi patuh terhadap pengguna kendaraan hampir menciderai nama institusi kita. Saya harapkan apa yang terjadi di Polres Lombok Timur tidak terjadi pada wilayah kita,” tegasnya.
“Dalam melaksanakan tugas, ada banyak pihak ketiga yang menginginkan perlawanan balik dari kita. Pihak ketiga menyebarkan isu bahwa pihak kepolisian telah melakukan kekerasan,” tandas AKBP Erwin. (zar)
