Bakal Calon Wagub NTB H. Mori Hanafi yang akan maju bersama Balon Gubernur H. Ahyar Abduh, mengangkat SK dukungan PAN pada Pilkada NTB 2018. (ist/lakeynews.com)

MATARAM, Lakeynews.com – Final sudah perjuangan panjang Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan Wakil Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Mori Hanafi untuk mendapat dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pilkada NTB 2018. Bakal calon gubernur dan wakil gubernur itu, kini resmi mengantongi surat dukungan dari parpol berlambang matahari tersebut.

Surat Keputusan (SK) dukungan diserahkan Ketua DPW PAN NTB H. Muazzim Akbar, S.IP, kepada Bakal Calon Wakil Gubernur NTB H. Mori Hanafi, di Kantor DPW PAN NTB di Jalan Penjanggik No. 104 Cakranegara, Kota Mataram, Sabtu (6/1/2018).

Hadir saat itu para pengurus PAN, sekitar 400 kader dan simpatisan, Barisan Muda PAN, serta pendukung Ahyar-Mori. Beberapa bakal calon (Balon) Bupati/Walikota yang diusung PAN juga hadir di acara tersebut. Yakni Balon Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Balon Bupati Lombok Timur H. Haerul Waris dan Balon Walikota Bima H. Muhammad Lutfi.

Ketua DPW PAN NTB H. Muazzim Akbar, dalam sambutannya mengatakan, pemberian dukungan PAN ini telah melalui proses dan kajian yang sangat panjang. Karena itulah Partai Amanat Nasional sangat yakin Ahyar dan Mori akan memenangkan kontestasi Pilgub/Wagub NTB 2018-2023.

Menurutnya, penetapan dukungan terhadap Ahyar-Mori berdasarkan SK DPP PAN Nomor: PAN.A/Kpts/KU-SJ 170/XII/2017. “SK dukungan yang kita serahkan sekarang ini asli dari DPP. Tidak boleh ada lagi keraguan terkait SK ini,” kata Muazzim.

Muazzim menegaskan, keputusan mendukung H. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi di Pilkada NTB 2018, karena PAN ingin membuat sejarah baru mengganti kepemimpinan lama ke kepemimpinan baru. “PAN sudah turun ke seluruh kabupaten/kota menemui masyarakat. Mereka semua menginginkan H. Ahyar Abduh sebagai gubernur,” tegasnya.

“Itulah mengapa akhirnya PAN lebih awal mendukung Ahyar Abduh dan Mori Hanafi. Karena, tidak ada keraguan,” tandas Muazzim menambahkan.

Ia mengungkapkan, antara PAN dan kedua pasangan tersebut memiliki kesamaan pandangan soal NTB kedepan. Bahkan, kesamaan itu sesuai dengan sembilan butir visi misi kedua pasangan. Di antaranya, membangun masyarakat NTB sejahtera.

Selain itu, kata Muazzim, PAN melihat pengalaman Ahyar Abduh saat masih duduk sebagai anggota DPRD Kota Mataram sudah tidak perlu diragukan lagi karena sudah teruji. Begitu pula di eksekutif sebagai Walikota Mataram dua periode.

“Keraguan apalagi yang kita harus pertanyakan melihat kinerjanya saat duduk di DPRD hingga menjadi Walikota dua periode, seperti saat ini,” jelasnya.

Disamping itu, Ahyar Abduh, lanjut Muazzim, juga dikenal karena ketokohannya. Memiliki pondok pesantren.

Ketua DPW PAN NTB H. Muazzim Akbar, S.IP. (ist/lakeynews.com)

“Ahyar Abduh berhasil memimpin Kota Mataram selama dua periode dan memiliki prestasi yang luar biasa, terbukti dengan banyak penghargaan baik nasional dan internasional yang diraih selama kepemimpinannya,” tuturnya.

Bukan itu saja, pihaknya menilai Ahyar memiliki komitmen untuk memajukan dunia pendidikan di NTB, termasuk meningkatkan stabilitas keamanan. “PAN tidak ingin main-main. PAN ingin serius mengusung keduanya,” tandas Muazzim.

Lebih lanjut Muazzim menegaskan, dengan dukungan PAN tersebut, Ahyar dan Mori sudah mendapat dukungan dua partai politik, yakni PAN, Partai Gerindra dan PPP. “Dengan dukungan tiga parpol ini, kita sudah melebihi 13 kursi sebagai syarat yang dibutuhkan,” terangnya.

Namun demikian, Muazzim masih berharap partai-partai yang tergabung dalam koalisi poros tengah, seperti PDIP, PKB, Hanura bersatu mendukung Ahyar-Mori. “Koalisi poros tengah tidak akan pecah, Insya Allah itu,” katanya. (rif)