Dari Arena Peluncuran dan Apresiasi Terhadap Buku ”Perspektif Kebangkitan Kesultanan Dompu” (1)

 

”Luar biasa”. Dua kata ini layak disematkan untuk menggambarkan suasana dan animo saat peluncuran buku berjudul ”Perspektif Kebangkitan Kesultanan Dompu” karya Muhammad Ruslan alias Dae Olan. Bagaimana kegiatan itu berlangsung? Bagaimana pula apresiasi dari pemerintah daerah, representasi masyarakat budaya dan aktivis perempuan Bumi Nggahi Rawi Pahu? Berikut ulasan Lakeynews.com yang dilansir secara bersambung.

Penulis buku ”Perspektif Kebangkitan Kesultanan Dompu”, Muhammad Ruslan alias Dae Olan, memaparkan secara singkat tentang buku karyanya. Beberapa saat sebelumnya, sempat meneteskan air mata karena merasa terharu. (sarwon/lakeynews.com)

===========

JARUM jam sudah sampai pada angka 09.00 Wita. Acara peluncuran buku di Gedung Pemuda (KNPI) Dompu seharusnya sudah dimulai. Itu jadwalnya. Namun, molor hampir 1,5 jam hanya karena menunggu kehadiran Asisten II (Bidang Administrasi dan Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu H. Soehartomo, SKM, MPPL.

Para undangan pun harus ikut panitia. Terpaksa sabar menanti kehadiran pejabat yang ditunjuk mewakili Bupati H. Bambang M. Yasin (HBY) untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara peluncuran buku itu.

Meski demikian, keterlambatan dimulainya acara tidak mengurangi nilai, maksud dan tujuan kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut.

Sang penulis buku sendiri, Dae Olan, dibuat terharu. Bahkan, sempat meneteskan air mata melihat tingginya animo para hadirin. “Terus terang, yang kita undang pada acara ini sekitar 70 orang. Saya perkirakan yang hadir hanya sekitar 40 orang. Tapi ternyata justru yang hadir mencapai 90-an orang. Saya terharu sekali,” kata Dae Olan.

Pernyataan itu disampaikan Dae Olan ketika pembawa acara yang juga didaulat sebagai moderator, Yarid, ST, memberi kesempatan padanya untuk memaparkan secara singkat buku 140-an halaman yang ditulisnya. Dae Olan berbicara sekitar 20 menit.

Sesaat pemaparan, kata-kata Dae Olan mendadak terhenti. Dia tampak meneteskan air mata. Suasana pun diselimuti keheningan. Lebih kurang dua menit kemudian, dia melanjutkan, “Saya tidak menyangka akan hadir sebanyak ini. Terima kasih kepada bapak/ibu sekalian.”

Para undangan tampak antusias mengikuti acara peluncuran buku ”Perspektif Kebangkitan Kesultanan Dompu” hingga selesai. (sarwon/lakeynews.com)

Pengamatan media ini, 90-an orang yang menghadiri peluncuran buku itu merupakan representasi perwakilan dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Dompu. Termasuk di antaranya pegiat, pemerhati dan penikmat sejarah dan budaya Dompu.

Ada juga dari unsur pemerintah daerah. Selain Soehartomo, juga hadir juga Kabag Humas dan Protokol Setda Dompu Ardiansyah, SE yang akrab disapa Simpe Dian beserta stafnya, Rinto dan Yogi.

Di depan, di hadapan hadirin (dari barat ke timur) duduk Dae Olan (penulis buku), Putra Taufan, SH, MH (Ketua KNPI Dompu/demisioner), Yeyen Seprian Rachmat, M.Si (Sekretaris Yayasan Kesultanan Dompu), H. Soehartomo (Asisten II Setda Dompu), Wahyudin, S.Sos (pecinta dan penikmat sejarah dan budaya Dompu), Muhammad Iradat (pegiat budaya Dompu/Makka Dana) dan Nur Syamsiah (aktivis perempuan).

Sedangkan di kursi undangan, tampak wakil berbagai lapisan dan elemen. Seperti Abdul Jabbar Haq (penggagas Makka Dana yang juga tokoh pendidikan, Nasrin H. Muhtar (Owner Jamu Sasambo) beserta istrinya, Hendra (pegiat budaya dari Gong 2000) dan lainnya yang tidak dapat disebut satu persatu.

 

Diharapkan, jadi Pegangan OPD di Pemkab Dompu

Asisten II Setda Dompu H. Soehartomo memberikan sambutan sekaligus membuka peluncuran buku. Sementara duduk dari kiri; Putra Taufan, Yeyen Seprian Rachmat, H. Soehartomo, Wahyudin, Muhammad Iradat dan Nur Syamsiah. (sarwon/lakeynews.com)

Bagaimana apresiasi dari pemerintah daerah, representasi masyarakat budaya dan aktivis perempuan Bumi Nggahi Rawi Pahu?

Ketika memberikan sambutan dan membuka kegiatan itu, Asisten II Setda H. Soehartomo mengapresiasi kehadiran dan peluncuran buku karya Dae Olan, salah satu putra mantan Bupati Dompu (alm) H. Muhammad Yacub MT itu.

Dia bahkan berharap, agar masyarakat Dompu dapat mengambil dan memetik nilai buku tersebut. “Semoga buku ini bisa menusantara dan menjadi buku muatan lokal,” harap Soehartomo yang saat itu mewakili Bupati HBY.

Soehartomo juga melontarkan harapan menarik. Buku karangan Dae Olan ini bisa diedarkan dan menjadi pegangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Dompu. “Kepada Yayasan Kesultanan Dompu, kami mengharapkan bersama Pemda bahu membahu membangun Dompu,” ujarnya. (Sarwon Al Khan/bersambung)