Ratusan KK warga Lingkungan Sigi, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Minggu (26/03) malam ini mengungsi di Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima. (ist/lakeynews.com)

Kota dan Kabupaten Bima Kembali Dilanda Banjir

BIMA, Lakeynews.com – Kota dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (26/03), kembali dilanda banjir. Informasi terbaru yang dihimpun Lakeynews.com malam ini (Minggu malam), ribuan rumah dari dua daerah serumpun itu terendam, ratusan kepala keluarga (KK) atau ribuan warga mengungsi ke beberapa tempat, termasuk masjid.

Salah satu wilayah terdampak tersebut Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Menurut salah seorang warga Kota Bima Abank Choey, ratusan KK warga Kelurahan Paruga, khususnya Lingkungan Sigi mengungsi ke Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima H Syarafuddin mengatakan, hujan deras yang turun sejak Minggu siang hingga malam ini, mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga di sejumlah kecamatan. “Banjir mulai memasuki pemukiman warga sekitar pukul 17.00 Wita,” kata Syarafuddin pada wartawan, Minggu malam.

Kecamatan yang diterjang banjir itu, Rasanae Barat, Mpunda, Raba dan Asakota. “Ketinggian air rata-rata mencapai 50 sampai 75 centimeter,” jelas Syarafuddin.

Dia mengakui, warga dari kecamatan-kecamatan tersebut banyak yang telah meninggalkan rumahnya, menuju tempat yang agak tinggi dan tempat pengungsian untuk menyelamatkan diri.

“Selain mengungsi ke masjid, sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabatnya atau bertahan ke lantai dua rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Selain membangun tenda, pihaknya telah menyediakan logistik untuk keperluan korban banjir yang ada di tempat pengungsian. “Untuk sementara, kami baru menyediakan makanan siap saji untuk korban banjir,” sebutnya.

Ia mengatakan, potensi hujan lebat di Kecamatan Wowo, Kabupaten Bima bagian timur membuat sejumlah sungai Kota Bima meluap dengan cepat. “Air sungai naik dengan cepat karena hujan lebat terjadi di hulu,” jelasnya.

 

Salah satu rumah warga di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, direndam banjir, Minggu (26/03) sore. (ist/lakeynews.com)

Belum Ada Informasi Korban Jiwa

Sementara untuk wilayah Kabupaten Bima, menurut pihak BPBD NTB, salah satu wilayah yang terdampak adalah Desa Sakuru, Kecamatan Monta. Hujan lebat terjadi sejak sekitar pukul 11.20 Wita.

“(Sekitar) 400 rumah warga terendam banjir setinggi leher orang dewasa dan sekitar 400 KK pengungsi. Kemungkinan akan ada hujan susulan,” jelas salah satu pegawai BPBD NTB.

Sejauh ini, baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Bima belum diperoleh informasi korban meninggal dunia atau luka-luka. Deikian juga nilai kerugian akibat banjir tersebut, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh kepastiannya.

“Upaya yang dilakukan mengkaji cepat, memberikan bantuan logistik,” ujarnya.

Setidaknya tiga kecamatan di Kabupaten Bima; Woha, Monta dan Belo yang dilanda hujan deras dan banjir. Informasi lain, Wawo juga hujan lebat.

Sementara di wilayah Kota Bima sudah meluap di beberapa kelurahan. Diantaranya, Kumbe, Rabadompu Timur, Pane, Rontu dan Kumbe.

Di wilayah pinggir laut, seperti Kelurahan Tanjung juga direndam air. “Air di sini masih di atas lutut orang dewasa. Sekarang kami sedang mengangkat barang-barang,” kata Tati, salah seorang warga setempat. (won)