Terdakwa Kasus Korupsi ADD dan DD Tahun anggaran 2015, Hafid Yusuf, saat ditangkap Kejari Dompu, sebelum disidangkan di Pengadilan Tipikor Mataram, beberapa bulan lalu. (faruk/Lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Rababaka, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, NTB, Hafid Yusuf, dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram. Hafid dinyatakan terbukti mengkorup dana Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar Rp 138 juta.

Proses persidangan mantan Kades yang berakhir masa jabatannya pada September 2016 itu, dimulai sejak 23 Januari 2017 hingga divonis Senin (20/03).

Menurut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu Dedi Deliyanto SH, selain divonis 1,5 tahun penjara, Hafid juga dihukum denda Rp 59 juta subsider empat bulan kurungan dan mengembalikan uang sebesar Rp 68,980 juta.

“Jika tidak mengembalikan uang pengganti tersebut, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk mengganti uang tersebut,” kata Dedi Deliyanto pada Lakeynews.com, Kamis (23/03) siang.

Dedi menjelaskan, jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup untuk mengganti uang yang diselewengkannya itu, terdakwa akan dihukum selama satu tahun. “Berdasarkan putusan pengadilan, kalau harta bendanya tidak cukup maka terdakwa akan (ditambah) dipenjara selama satu tahun,” jelasnya.

Lebih jauh Dedi menjelaskan, dari jumlah anggaran yang diselewengkan (Rp 138 juta, red) yang berdasarkan fakta bukti, terdakwa telah mengembalikan sebesar Rp 70 juta. Sementara sisanya akan dikembalikan selama terdakwa menjalani hukuman dengan waktu yang sudah ditentukan oleh pengadilan. (far)