Angkutan kota yang diamankan polisi karena dikendarai anak di bawah umur dan belum bayar pajak belum. (faruk/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sebuah mobil angkutan kota (Angkot), tampak terparkir di halaman depan Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Dompu. Usut punya usut, ternyata bemo kota tersebut dikendarai anak di bawah umur dan STNK-nya belum bayar pajak.

Sopir “cilik” tersebut adalah Sub (alamat dirahasiakan, red). Sub tidak memikili Surat Ijin Mengendara (SIM). Dia merupakan kernet bemo itu dan baru belajar mengendarai mobil.

Ceritanya, pada Rabu (22/02) pagi, aparat gabungan tengah melakukan razia kendaraan, termasuk surat-surat dan administrasi lainnya. Tepatnya di depan Pos Sat Lantas Polres Dompu.

Saat itu aparat dikejutkan oleh sebuah bemo yang tiba-tiba putar haluan pada jalur satu arah tersebut.

Melihat mobil yang putar arah, anggota Sat Lantas bergegas mengejar mobil tersebutdan mendapatinya di Lingkungan Potu.

Setelah diinterogasi polisi, sopir bemo kecil itu mengaku kaget melihat adanya polisi dan aparat gabungan yang melakukan razia. Apalagi pajak STNK bemo tersebut belum dibayar.

“Begitu melihat razia, dia langsung balik dan lawan jalur. Kita kejar karena dia melawan jalur dan membahayakan nyawa orang lain,” kata Koorbin Opsnal Sat Lantas, Riski Ardiana pada Lakeynews.com.

Ketika melihat sikap sopir yang banting setir, polisi sempat mencurigai sedang membawa barang terlarang. Seperti narkoba atau barang lain yang melanggar hukum. “Makanya kita kejar,” ujar Riski. (far)