Unjuk rasa pemuda dan mahasiswa Madaprama, Kecamatan Woja, Dompu, diwarnai blokir dan pembakaran ban bekas di sekitar Cabang Madaprama, Jumat (27/01) sore. (foto ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Unjuk rasa yang diwarnai blokir dan pembakaran ban bekas di jalan raya kembali terjadi di Kabupaten Dompu. Jumat (27/01) sore, berlangsung di sekitar Cabang Madaprama, Kecamatan Woja. Aksi itu dilakukan puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Desa Madaprama, pimpinan Abdul Habil dan Dahlan.

Dalam aksinya, salah seorang orator, Abdul Habil, menuntut Kapolres Dompu menindak tegas oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Supardin H Mahmud (28), warga Dusun Buna, Desa Madaprama. Korban sendiri tengah dirawat di RSUD Dompu.

Habil menegaskan, jika dalam waktu dekat pihak kepolisian tidak memproses oknum-oknum yang diduga melakukan tindakan kekerasan tersebut, mereka menuntut Kapolda NTB untuk turun tangan menyelesaikannya.

“Karena, jika tidak, ini akan menimbulkan penilaian buruk bagi polisi yang notabenenya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” tegasnya.

Beberapa saat selama aksi berlangsung, sejumlah pengendara terpaksa mengambil jalan pinggir untuk bisa lewat bersama kendaraannya. (foto ist/lakeynews.com)

Bukan itu saja, jika Kapolres Dompu tidak serius menangani kasus tersebut, pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran dengan melibatkan massa yang lebih banyak.

Dalam aksi itu, massa sempat membakar ban bekas dan arus lalu lintas pun agak terganggu. Namun demikian, aksi yang mendapat pengawalan dari pihak Polsek Woja dan anggota TNI itu berlangsung aman dan damai.

Kepada massa, pihak kepolisian dari Polsek Woja menjelaskan, kasus tersebut sedang diproses. “Keluarga korban juga sekarang sedang berada di Polres,” jelas personel kepolisian itu.

Mendengar penjelasan tersebut, massa kemudian membubarkan diri. Namun sebelumnya, mereka menyingkirkan sendiri ban bekas yang dibakar dan menyiramnya dengan air. Arus lalulintas pun kembali normal. (zar)