Plt. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin, S.IP, MM. (foto ist/lakeynews.com)

 

Tim Klaster Kesehatan Lakukan Fogging, Vaksinasi dan Lysolisasi

 

KOTA BIMA, Lakeynews.com – Setelah berbagai penyakit yang dikeluhkan warga terdampak banjir bandang diatasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, kini beberapa wilayah terindikasi gejala Demam Berdarah (DB). Setidaknya, yang terindikasi dimaksud sudah dua lingkungan, Penaraga dan Tolotongga.

Mengatasi serangan DB di dua lingkungan itu sekaligus bentuk pengendalian penyebarannya, Pemkot Bima melalui Tim Klaster Kesehatan melakukan fogging, vaksinasi dan lysolisasi.

“Sementara ini, fogging telah dilaksanakan di Lingkungan Penaraga dan Lingkungan Tolotongga, dua lokasi yang terindikasi gejala demam berdarah,” kata Plt Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Syahrial Nuryadin, S.IP, MM.

Dalam rilisnya kepada media, pria yang akrab disapa Ryan itu menjelaskan, lysolisasi telah dilaksanakan di 381 rumah. Sementara vaksinasi mulai dilaksanakan di tiga tempat pengungsian. Yaitu di Masjid Baiturrahman Raba, Masjid Baitul Hamid Penaraga dan Masjid di Kelurahan Monggonao.

“Jenis vaksin yang diberikan antara lain Bacille Calmette-Guérin (BCG), campak dan hepatitis B0 Uniject,” papar Ryan.

Kendati tidak mengatakan masih ada kekurangan, Ryan mengakui, Klaster Kesehatan masih membutuhkan lebih banyak dukungan tenaga, obat maupun peralatan. Antara lain kaporit, lysol, vaksin dan alat fogging.

Dijelaskan pula, penanganan banjir saat ini difokuskan pada aktivitas pembersihan lingkungan. Tim dari klaster kebersihan terus mengangkut sampah dari berbagai wilayah terdampak walaupun dalam keterbatasan armada truk dan tenaga operasional.

Seiring dengan itu, Pemkot Bima mengimbau masyarakat untuk bekerjasama membantu mengangkut sampah ke atas truk agar penanganan sampah segera tuntas. “Kita imbau masyarakat membantu mengangkut sampah ke truk agar tidak terlalu lama setiap kali pengangkutan,” tandasnya. (zar)