Korban banjir yang mengungsi di Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga. (foto zar/lakeynews.com)

KOTA BIMA, Lakeynews.com – Banjir susulan yang terjadi pada Jumat (23/12) kembali memaksa sebagian warga Kota Bima mengungsi ke sejumlah tempat. Warga yang rumahnya terendam banjir ada yang ke masjid-masjid, juga ada yang ke titik-titik (lokasi) yang dianggap tinggi.

Hingga malam hari, air dan lumpur masih menggenangi pemukiman warga. Ditambah lagi intensitas hujan yang masih tinggi, menyulitkan warga untuk membersihkan rumah. Akibatnya, warga memilih untuk mengungsi ke tempat yang dianggap aman dari terjangan banjir.

Salah satu tempat yang menjadi lokasi pengungsian korban banjir di wilayah Kelurahan Penaraga dan sekitarnya adalah Masjid Baitul Hamid, di Kecamatan Raba. Ratusan korban banjir dari berbagai usia memadati masjid berlantai dua tersebut.

Suasana pengungsi di Masjid Baitul Hamid. (foto zar/lakeynews.com)

Pantauan Lakeynews.com, wilayah ini merupakan salah satu tempat terparah terkena banjir. Meski air sudah mulai surut secara berangsur pada sore hari, akibat banjir susulan yang terjadi sekitar pukul 14.15 Wita, warga masih bertahan bahkan bertambah jumlahnya di lokasi pengungsian.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, para korban banjir sulit mendapatkan bantuan berupa makanan, air minum dan obat-obatan. Hanya saja, mereka memperoleh bantuan berupa pakaian layak pakai, makanan siap saji dan air mineral yang jumlahnya terbatas.

Tidak hanya di Masjid Baitul Hamid, menurut informasi, hampir semua tempat ibadah di Kota Bima digunakan korban banjir untuk mengungsi. Tidak hanya tempat ibadah, sekolah dengan bangunan susun pun menjadi tempat pengungsian. (far)