Kopr PMII Dompu membagikan bunga kepada para pengendara atau pengguna jalan. (foto faruk/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Memperingati Hari Ibu ke 88, Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Cabang Dompu, Kamis (22/12) pagi, melakukan pembagian 1.000 tangkai bunga kepada pengguna jalan yang melintas di traffic light kota Dompu.

Selain membagikan bunga, Kopri PMII juga membagikan selebaran yang bertuliskan sejarah terbentuk atau terputusnya hari ibu pada 22 Desember.

Pada selebaran tersebut, termuat tentang peranan perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang mengadakan Kongres Perempuan Indonesia (KPI) di Jogjakarta pada 22-25 Desember 1928. Hasil kongres itu salah satunya membentuk kongres perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Namun, penempatan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu dipusatkan di kongres yang ke III tahun 1938. Penetapan oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

“Aksi bagi bunga ini, selain sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu ibu yang ada di Kabupaten Dompu terutama ibunda kita masing-masing, juga sebagai bentuk untuk menyiarkan sejarah lahir nya hari ibu berkat perjuangan para pahlawan perempuan,” jelas Ketua Kopri PMII Dompu Nurahmania, pada Lakeynews.com.

Mahasiswi semester VII Jurusan Bahasa Indonesia pada Kampus STKIP Yapis Dompu ini juga mengatakan, sosok ibu merupakan suri teladan bagi perempuan di seluruh dunia. Menurut dia, ibu adalah orang yang tanpa mengharapkan belas kasih atas apa yang dilakukannya kepada anak-anaknya.

Sebagai seorang anak, lanjutnya, haruslah menghormati dan menghargai perjuangan ibu. “Kita seperti ini karena ibu. Dia rela mengorbankan nyawanya saat melahirkan kita. Tanpa ibu kita tidak akan menjadi besar seperti ini. Terkasihlah buat ibu,” tuturnya.

Pantauan media ini, pembagian 1000 bunga tidak hanya dilakukan di lampu merah kota, tapi juga di Pasar Raya Dompu. Pada pasar terlibat banyak ibu-ibu penjual yang tersenyum ketika melihat mereka datang memberikan tangkai bunga. (far)